Pascabanjir Jakarta, Harga Sembako Normal

“Sekarang ini kenaikan beras antara Rp 200-300 per kilogram sejak seminggu ini. Tapi kenaikan ini wajar karena masuk musim hujan..."

Pascabanjir Jakarta, Harga Sembako Normal
Istimewa
ILUSTRASI Sembako 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pasca terjadinya banjir di Jakarta tidak memengaruhi harga sembako di Jakarta.  Harga beras naik tipis namun bukan karena adanya banjir di Jakarta, tapi memang karena panen belum merata.

“Pasokan masih tetap lancar kok. Memang ada kendala hujan terus menerus karena datangnya musim hujan.  Jadinya padi susah kering sehingga turut memengaruhi harga beras,” ujar Aseng pemilik toko beras Rajawali di Pasar Cipinang kepada Warta Kota, Rabu (7/2).

Ia menjelaskan, panen saat ini baru terjadi di wilayah Jawa Tengah. Sementara Jawa Timur dan Jawa Barat belum panen. Sehingga wajar bila terjadi kenaikan sedikit. Namun kenaikan ini tidak terlalu tinggi dibandingkan beberapa pekan lalu.

“Sekarang ini kenaikan beras antara Rp 200-300 per kilogram sejak seminggu ini. Tapi kenaikan ini wajar karena ada masuk musim hujan dan beberapa daerah banjir,” katanya.

Aseng memberikan contoh harga beras IR64  dari sebelumnya Rp 11.700 menjadi Rp 12.000 per kilogram. Ia memperkirakan bulan depan harga beras akan normal. Hal ini karena hujan juga sudah mulai reda dan panen juga mulai merata di semua wilayah.

Selain itu, adanya impor beras premium juga turut memengaruhi stabilnya harga. Pasalnya walaupun panen bulan depan sudah merata, namun biasanya, panen pertama untuk beras premium kualitasnya masih medium. Sehingga beras medium banyak tapi kelas premium masih kurang. Adanya impor beras premium yang dilakukan belum lama ini turut memengaruhi kestabilan harga beras.

Sementara itu, harga sembako juga stabil. Riswanto pedagang sembako Pasar Jatinegara menuturkan harga-harga sembako saat ini relatif normal. Pasokan juga tetap normal begitu juga pembelinya. Banjir Jakarta yang melanda sejak awal pekan ini juga dianggap tidak mempengaruhi harga dan juga permintaan barang.

“Warga Jakarta mungkin sudah biasa dengan banjir. Jadi ya biasa saja. Kalau yang beli banyak mungkin ada hajatan yang beli buat keperluan biasa juga ya beli sesuai keperluannya,” ujar Riswanto kepada Warta Kota, Rabu (7/2).

Harga telur saat ini mencapai Rp 22.000 perkilogram. Padahal saat bulan Desember lalu, harganya sempat melonjak menjadi Rp 26.000. “Kalau mau natal sudah biasa harga telur naik karena orang banyak buat bikin kue. Tapi habis Natal ya kembali normal. Malah kemarin sempat Rp 19.000 per kilogram tapi memang normalnya ya sekitar Rp 22.000 per kilogram,” tuturnya.

Minyak goreng juga normal. Untuk minyak goreng kemasan Rp 13.000 per liter, sementara minyak goreng curah Rp 12.500 per kilogram. Gula pasir juga tidak naik, Rp 12.500 per kilogram, sementara gula kemasan merek Gulaku Rp 14.000 per kilogram. Sementara terigu Cakra Rp 11.500/kilogram, Terigu kunci mas Rp 10.500 per kilogram.

Mie instant yang biasanya identik dengan adanya musibah dan pengungsian hingga saat ini harganya masih normal. Indomie rasa soto Rp 82.000 per dus, rasa ayam bawang Rp 83.000,  rasa kari Rp 89.000 per dus, dan mie goreng Indomie Rp 88.000 per dus. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved