Ini Cara Bedakan Parfum Asli atau Palsu Menurut BPOM DKI

"Batas penggunaan maksimal methanol pada parfum adalah 5 persen. Jauh lebih banyak dari itu bisa buta jika terkena mata dan kanker kulit.."

Ini Cara Bedakan Parfum Asli atau Palsu Menurut BPOM DKI
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Anggota Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menunjukkan parfum palsu di lokasi pabrik pembuatannya di Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (7/2/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI --- Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, mengimbau agar para pembeli berhati-hati atas peredaran parfum palsu.

Hal tersebut diutarakan saat penggerebekan pabrik parfum palsu di Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, Jakarta Barat,  Rabu (7/2/2018) yang dilakukan Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ).

"Bagi konsumen harus teliti dalam membeli baik parfum, obat, kosmetik, maupun jamu. Bisa mengecek KLIK, yaitu Kemasan, Label, Izin, Kadaluarsa,” kata Dewi.

Untuk Kemasan, lanjutnya jangan membeli produk yang kemasannya rusak atau cacat. Lalu Label, yaitu memuat informasi yang lengkap. Terdapat nama produsen. Khusus impor harus terdapat nama importir.

“Kemudian I itu Izin edar. Produk terdapat izin edarnya. Seperti untuk setiap produk diberikan huruf N artinya Notifikasi. Jika dari asia maka NA. Sedangkan jika dari eropa adalah NC. Jika notifikasi tersebut salah patut dicurigai,” jelasnya.

Kemudian K untuk Kadaluarsa. Di mana seluruh produk memiliki masa kadaluarsa. Termasuk dengan parfum.

“Untuk parfum palsu ini mengandung methanol sebanyak 26 persen. Sementara batas penggunaan maksimal methanol pada parfum adalah 5 persen. Akibatnya bisa buta jika terkena mata dan kanker kulit jika terkena kulit,” ujarnya.

Seperti diketahui, Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menggerebek pabrik parfum palsu di  Jalan Mangga Besar 4G, Tamansari, Jakarta Barat,  Rabu (7/2/2018).

Parfum palsu tersebut telah diproduksi selama tiga tahun dengan omzet Rp 36 miliar. Polisi berhasil menangkap HO alias J (38) sebagai pemilik pabrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal saat pihaknya mendapatkan informasi adanya produksi parfum yang tidak standar.

“Anggota langsung menyelidikinya sejak 11 Januari 2018. Selama satu bulan akhirnya kami berhasil mendapati pemilik dan karyawan tertangkap tangan, yaitu sedang melakukan proses produksi atau pembuatan serta pengemasan parfum palsu berbagai macam merek terkenal tanpa memiliki ijin edar dari BPOM RI,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di lokasi pabrik tersebut, Rabu (7/2/2018).

Dari keterangan pelaku mengaku, bahwa home industry itu telah berlangsung sejak tiga  tahun lalu. Omzetnya pun mencapai miliaran rupiah.

“Selama tiga tahun beroperasi, pabrik tersebut telah menghasilkan omzet Rp 36 miliar. Artinya dalam satu bulan beromzet Rp 1 miliar,” kata Argo.

Di dalam pabrik tersebut terdapat 20 karyawan. Mereka memproduksi parfum yang membahayakan penggunanya atau konsumen.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help