Anak-anak Korban Banjir Butuh Healing

Sejumlah orangtua mengaku anak-anak pengungsi membutuhkan pendampingan.

Anak-anak Korban Banjir Butuh Healing
Warta Kota/Feryanto Hadi
Anak-anak korban banjir butuh healing 

WARTA KOTA, PANCORAN---Ribuan warga Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, hingga Rabu (7/2/2018) petang masih memenuhi sejumlah lokasi pengungsian.

Sebagian pengungsi masih bolak-balik ke rumah mereka untuk memastikan barang mereka aman. Kondisi ini membuat anak-anak sedikit diabaikan. Sejumlah orangtua mengaku anak-anak pengungsi membutuhkan pendampingan.

Baca: Masih Ada 1.300 Pengungsi di Pengadegan

Ginem (26), warga RT 07 RW 01 Kelurahan Pengadegan, ditemui di lokasi pengungsian SDN 03 Pagi, mengeluhkan anaknya yang berusia tiga tahun kerap menangis.

"Saya sendiri sibuk beres-beres rumah. Cuci baju dan perabotan sehingga anak jadi dicuekin. Dia tidak betah lama-lama di sini, ingin pulang ke rumah. Sementara kondisi rumah masih kotor," kata Ginem.

Baca: Ela Meminta Pasokan Air Bersih di Gang Arus Cawang

Sementara itu, pengungsi lain bernama Rejeki (38) juga mengaku anak-anaknya sering keluyuran sendiri lantaran ia sibuk bolak-balik ke rumahnya.

"Anak saya dua. Satunya masih bayi dan satunya usianya 10 tahun. Saya fokus mengurus yang kecil. Anak yang besar main ke mana-mana memang jadi sulit ngawasin," kata dia.

"Saya sudah nasehatin agar tidak main ke lokasi banjir. Tapi bandel, jadi tetep aja mainan air di lokasi banjir karena tidak ada aktivitas lain," ujarnya.

Oleh sebab itu, Rejeki berharap Pemprov DKI Jakarta segera mengirim tim untuk memberi kegiatan pada anak-anak korban banjir yang terlantar. Ia juga meminta psikolog untuk memberikan trauma healing korban pengungsi.

"Kami masih tinggal di pengungsian mungkin sampai beberapa hari ke depan karena kondisi rumah masih banjir. Jadi memang perlu pendampingan ke anak-anak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Eny Rosianingsih, memastikan akan mengirim tim yang terdiri dari psikolog dan pengurus RPTRA untuk memberi bimbingan bada anak-anak korban banjir.

"Saya akan segera mengirim tim untuk memberi kegiatan bagi anak-anak agar tidak terlantar. Saya akan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help