Jakarta Banjir

Warga Rawajati Kekurangan Air Untuk Bersihkan Rumah

Warga Rawajati kekurangan air untuk membersihkan rumahnya dari endapan lumpur dan tumpukan sampah sisa banjir.

Warga Rawajati Kekurangan Air Untuk Bersihkan Rumah
Warta Kota/Hamdi Putra
Warga membersihkan rumahnya dari lumpur dan sampah sisa banjir di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, RAWAJATI-Banjir yang merendam permukiman warga di Jalan Bina Warga, Rawajati, Jakarta Selatan, mulai surut sejak Selasa dini hari (06/02) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk membersihkan rumahnya dari endapan lumpur dan tumpukan sampah.

"Waduh mas, lumpurnya ampun deh, banyak banget," kata Mariani, satu di antara korban banjir, kepada Warta Kota, Selasa (6/2/2018).

Mariani yang hanya tinggal berdua dengan suaminya, terpaksa harus bekerja lebih keras membersihkan rumahnya dari lumpur dan sampah.

"Kalau yang lain dibantu anaknya, anak saya pada kerja," tutur Mariani sambil meringis kesakitan akibat bekas operasi di perutnya.

Selain itu, listrik yang masih mati menyebabkan warga kekurangan air untuk membersihkan rumah mereka.

"Kekurangan air, ini satu-satunya sumber air dari sumur bor," ujar Mariani.

Mariani mengatakan bahwa banjir kali ini sama besarnya dengan yang terjadi tahun 2013 lalu.

Sampai Selasa siang pukul 11.00 WIB, banjir masih merendam sebagian rumah warga yang lokasinya agak rendah.

"Di dalam masih dua meter," jelas Ambar, korban banjir Rawajati.

Sebelumnya, curah hujan yang tinggi di wilayah Puncak, Bogor, menyebabkan naiknya debit air di Kali Ciliwung.

Status Bendung Katulampa pada Senin (5/2) pukul 09.05 WIB, menunjukkan Siaga I dengan ketinggian air mencapai 240 centimeter.

Debit air dalam jumlah besar itu menyebabkan Kali Ciliwung meluap dan merendam sebagian pemukiman warga di pinggir kali.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved