Uang Rp 200 Juta Dirampok, Rury Nekat Menabrak Motor Pelaku

Rury Hermaen nekat melawan perampokan dengan cara menabrakkan motornya ke motor pelaku.

Uang Rp 200 Juta Dirampok, Rury Nekat Menabrak Motor Pelaku
Rangga Baskoro
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DUREN SAWIT-Nasib naas dialami oleh Rury Hermaen. Uang tunai sebesar Rp 200 juta yang baru diambilnya dari bank raib digondol perampok.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (5/2) bermula ketika Rury baru mengambil uang di Bank BCA di Jalan Raya Kalimalang.

Ketika itu korban tengah menaruh uang Rp 200 juta tersebut di dalam tasnya usai mengambil uang. Ia lalu meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.

Sampai di Jalan Domba, tiga orang pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor, memepet Rury hingga laju motornya terhenti. 

"Kemudian pelaku menodongkan pisau ke tubuh korban mengambil uang tersebut," kata Kanitreskrim Polsek Duren Sawit AKP Nevo Suharjendro, Selasa (6/2/2018).

Setelah berhasil membawa kabur, ketiga pelaku langsung melarikan diri. Tak mau uangnya hilang Rury mencoba mengejar pelaku.

Salah seorang pelaku sempat menodongkan senjata api ke arah Rury, tapi hal tersebut tidak membuat nyalinya ciut untuk merebut kembali uangnya.

Dalam satu kesempatan Rury menabrak motor pelaku yang belakangan diketahui bernama Abdul Nasir (50). Ia jatuh tersungkur.

Warga yang mendengar teriakan Rury langsung berdatangan dan mengeroyok Nasir hingga babak belur.

"Tapi dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Tetapi identitas mereka telah berhasil kami kantungi," katanya.

Ketika diintrograsi, lanjut Nevo, pelaku mengaku sudah berulang kali merampok di seputaran Jakarta.

Nasabah bank menjadi target sasaran pelaku. Sajam dan senpi selalu mereka gunakan dalam menjalankan aksinya.

Dari penangkapan tersebut beberapa barang bukti berhasil diamankan, diantarannya senjata tajam jenis pisau, celurit, dan sepeda motor Yamaha Jupiter B 3820 BSO.

Meski satu pelaku telah tertangkap, namun uang milik korban raib diambil dua pelaku lainnya.

"Sampai saat ini proses pengejaran masih dilakukan. Akibat ulahnya pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved