Home »

News

» Jakarta

Ibukota Kebanjiran, Kemensos Aktifkan 81 Kampung Siaga Bencana

"Keberadaan KSB di lokasi rawan bencana di mana TAGANA sebagai fasilitator dan warga sebagai relawan terlatih terbukti mampu melakukan antisipasi.."

Ibukota Kebanjiran, Kemensos Aktifkan 81 Kampung Siaga Bencana
Istimewa
DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Tidak hanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, banjir yang menerjang Ibu Kota sejak Senin (5/2/2018) malam turut menyita perhatian Kementerian Sosial Republik Indonesia. Terkait hal tersebut, aksi tanggap darurat dilakukan, sebanyak 81 kampung Siaga Bencana sekaligus dapur umum diaktifkan.

"Sebagai tahap awal, Kemensos mengaktifkan 81 Kampung Siaga Bencana (KSB), 15 KSB di wilayah Jakarta Timur di antaranya sudah melakukan evakuasi dan mendirikan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Dinas Sosial DKI Jakarta," ungkap Idrus Marham, Menteri Sosial, dalam siaran tertulis Selasa (6/2/2018).

DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari.
DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari. (Istimewa)

Aksi tanggap bencana tersebut ditunjukkannya lewat KSB Pejaten Timur, Pasar Minggu serta KSB Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Walau banjir belum terlihat, kedua KSB tersebut telah mengelola dapur umum secara mandiri, mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan logistik sejak Senin (5/2/2018) siang.

"Keberadaan KSB di lokasi rawan bencana di mana TAGANA sebagai fasilitator dan warga sebagai relawan terlatih sangat penting dan terbukti mampu melakukan antisipasi dan ketahanan masyarakat saat terjadi bencana," tutur Mensos.

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya. Bersama tim Kemensos, Harry mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang dan Kampung Melayu sekaligus Dapur Umum Lapangan yang dipusatkan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

"Saya melihat proses penanganan berjalan dengan cepat dan responsif. Warga bersama Tagana dan unsur relawan lainnya telah bahu-membahu saat terjadi bencana. Meliputi membantu penanganan korban, membuat laporan kondisi wilayah yg terdampak bencana dan kondisi korban bencana di pengungsian, serta mendirikan tenda dan dapur umum lapangan," terang Dirjen.

Dinsos DKI telah berkoordinasi dengan aparat kelurahan yg terdampak untuk respon tanggap darurat.

DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari.
DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari. (Istimewa)

Selain meninjau proses evakuasi, lanjut Harry, ia juga memantau proses dirstribusi logistik di lokasi pengungsian. Bantuan terus mengalir baik dari pemerintah pusat maupun daerah setempat, serta dari warga.

"Selasa dini hari saya ke lokasi pengungsi di Kelurahan Bidara Cina. Ketinggian air mencapai 2 meter dan warga telah memadati lokasi pengungsian. Prioritas utama adalah kelompok rentan yakni ibu hamil dan menyusui, bayi, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia," tegasnya.

Tingkatkan Kewaspadaan

Seperti diketahui sebelumnya, curah hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek, khususnya BogordanCianjur menyebabkan sejumlah sungai besar yang melintasi Ibukota meluap. Akibatnya, sebanyak 4.305 jiwa dari 1129 Kepala Keluarga (KK) terpapar banjir, sebanyak 3.100 jiwa dari 831 KK pun dilaporkan meninggalkan rumah tingalnya hingga Selasa (6/2/2018).

Lokasi banjir wilayah Jakarta Timur dilaporkan terjadi di Kecamatan Kramat Jati tepatnya di Kelurahan Cawang, Cililitan, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Melayu, Balaikambang. Kecamatan Jatinegara banjir mengenangi rumah warga di Kelurahan Cipinang Muara dan Bidara Cina. Ketinggian air rata-rata mencapai 20--200cm dengan jumlah pengungsi sebanyak 2421 jiwa 626 Kepala Keluarga.

DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari.
DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat meninjau langsung lokasi banjir dan proses evakuasi dan distribusi logistik terutama makanan yang dilakukan Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Tagana dan para relawan lainnya di Kelurahan Bidara Cina, Jalan Arus Cawang, dan Kampung Melayu, Selasa (6/2/2018) dinihari. (Istimewa)

Sedangkan banjir di wilayah Jakarta Selatan banjir menerjang sejumlah kecamatan yakni Kelurahan Kebon Baru Kcamatan Tebet, Pejaten Timur Kecamatan Pasar Minggu, Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan, Petogoggan Kebayoran Baru, Lenteng Agung dan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa, Rawajati Kecamatan Pancoran, Pondok Labu Kecamatan Cilandak hingga ketinggian 175 cm. Jumlah total pengungsi sebanyak 679 jiwa 205 KK.

Sementara wilayah Jakarta Barat banjir dilaporkan menggenangi wilayah Kelurahan Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng dan Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres hingga setinggi 10--15 cm. Berbeda dengan wilayah lainnya, tidak ada pengungsi, warga masih bertahan di tempat tinggalnhya masing-masing.

"Kepada masyarakat, Tagana serta unsur relawan lainnya, tingkatkan terus kewaspadaan dan jalin koordinasi yang baik. Kita tanggulangi bersama-sama bencana ini dan pemerintah memastikan pengungsi dan warga terdampak mendapatkan perlindungan yang layak," tutupnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help