Koran Warta Kota

Tak Ada Lagi Kiriman Uang dari Joni

Padahal pemuda lajang itu adalah tulang punggung keluarganya yang tinggal di Desa Kedung Batur

Tak Ada Lagi Kiriman Uang dari Joni
Koran Warta Kota
Headline Warta Kota edisi Senin, 5 Februari 2018 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Insiden jatuhnya crane proyek jalur kereta api double double track (DDT) di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2) pagi, menjadi 'pukulan' cukup telak bagi keluarga Joni Fitriyanto (19).

Mereka harus kehilangan Joni yang tewas akibat kecelakaan kerja itu.

Padahal pemuda lajang itu adalah tulang punggung keluarganya yang tinggal di Desa Kedung Batur, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Menurut salah satu kerabat Joni, Supanto, keluarga Joni hidup berkekurangan di desa.

Orangtuanya bekerja sebagai petani. Di Purworejo juga ada kedua adik Joni yang masih berstatus pelajar.

"Keluarganya di kampung kurang mampu, Joni selalu kirim uang rutin ke sana. Dia itu tulang punggung keluarga," ujar Supanto ketika ditemui hendak mengambil jenazah Joni di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/2) siang.

Kini Joni sudah tiada. Kiriman uang untuk keluarganya juga terhenti.

Baca: Puslabfor Belum Dapat Menyimpulkan Penyebab Jatuhnya Crane Proyek DDT

Dikatakan, Joni merupakan lulusan dari SMK Patriot Pituruh, Purworejo.

Setelah lulus, Joni merantau ke Jakarta dan sudah dua tahun bekerja di proyek DDT.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved