Polisi Grebek Toko Kosmetik Penjual Pil Penenang di Bekasi

Toko kosmetik di Perumahan Mega Regency Kabupaten Bekasi, digrebek polisi, Minggu (4/2/2018) malam karena menjual obat penenang jenis tramadol.

Polisi Grebek Toko Kosmetik Penjual Pil Penenang di Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Polisi menunjukkan obat penenang jenis tramadol yang dijual tanpa izin. 

WARTA KOTA, BEKASI---Toko kosmetik di Perumahan Mega Regency Blok D, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, digrebek polisi, Minggu (4/2/2018) malam. Pengelola toko kosmetik tersebut berinisial HK (28) ditangkap polisi karena menjual obat penenang jenis tramadol tanpa izin edar.

Kapolsek Serang Baru AKP Bowo Lesmono mengatakan, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi masyarakat setempat. Warga curiga dengan adanya sejumlah siswa SMA yang kerap membeli obat keras itu tanpa disertai resep dokter.

Bahkan siswa SMA terlihat linglung setelah beberapa saat mengonsumsi obat yang dijual HK.

"Petugas kemudian menyamar sebagai pembeli dan benar HK menjual obat itu tanpa resep dokter," kata Bowo di lokasi penggerebekan pada Senin (5/2/2018).

Kepada polisi HK mengaku telah menjual obat tramadol sejak sepekan terakhir. Satu lembar obat berisi 10 butir tramadol dibeli tersangka seharga Rp 30.000, dan dijual kembali seharga Rp 50.000.

"Tersangka menjual obat tanpa sepengetahuan pemilik toko kosmetik dan izin dari pemerintah setempat," kata Bowo.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Komisaris Sukrisno mengatakan, obat penenang itu dibeli tersangka dari toko obat yang ada di Jakarta. Dia nekat menjual obat itu tanpa izin karena terdesak kebutuhan ekonomi, apalagi upahnya sebagai karyawan toko berada di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Bekasi Rp 3,8 juta per bulan.

"Pembelian obat ini harus disertai resep dokter karena rawan disalahgunakan. Apalagi tempat kerja pelaku bukan apotek, tapi toko kosmetik," kata Sukrisno.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help