Inilah Penyebab Kecelakaan Kerja di Proyek DDT Jatinegara-Manggarai

Polisi Polres Metro Jakarta Timur menyimpulkan insiden ambruknya crane di proyek rel dwi ganda ada kelalaian operator.

Inilah Penyebab Kecelakaan Kerja di Proyek DDT Jatinegara-Manggarai
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Tony Surya Putra memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kecelakaan kerja di proyek DDT Jatinegara-Manggarai di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (5/2/2018). 

WARTA KOTA, JATINEGARA---Polisi Polres Metro Jakarta Timur menyimpulkan insiden ambruknya crane di proyek rel dwi ganda atau double-double track (DDT) Jatinegara-Manggarai yang menyebabkan empat orang pekerja tewas ada kelalaian operator sehingga bantalan beton yang akan dipasang belum tepat pada posisinya.

"Bantalan belum pas namun sudah dilepas dengan alat yang mengangkat. Akibat tidak pas, bantalan jatuh dan timpa pekerja," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Tony Surya Putra, Senin (5/2/2018).

Penyebab bantalan jatuh karena saat pemasangan lower cross beam (LCB) pada false segmen di tiang CP 22 sehingga front leg Launcer Gantry terlepas dari dudukan. Akibatnya launcer gantri miring sehingga LCB membentur false segmen dan tiang CP 22 yang memasang LCB tersebut jatuh menimpa para pekerja.

"Kalau kemarin sempat berita crane putus, crane roboh, itu bukan crane. Tetapi alat yang digunakan itu front launcher gentri terlepas dari batalan dibawahnya karena itu setelah pas pada posisi baru yakin dilepas," kata Tony.

Walau begitu polisi masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai kasus ini. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah pekerja dalam kondisi yang prima saat melakukan tugasnya.

Tony mengatakan, adanya indikasi kelalaian ini akan berpotensi menetapkan tersangka dari operator.

"Yang pasti Indikasi kelalaian dalam melakukan pekerjaan itu sudah ada. Adanya indikasi kelalaian operator ini tentunya ini berpotensi untuk tetapkan jadi tersangka," kata Tony.

Namun demikian polisi akan mencari fakta serta mendalami setelah alat bukti cukup. Sehingga dapat menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Kami melakukan penyelidikan ini dan penyidikan ini sangat serius. Karena kami tidak mau ada korban berikutnya di proyek seperti ini," kata Tony.

Sebelumnya crane di proyek DDT Manggarai-Jatinegara, di Jalan Matraman, Jakarta Timur, ambruk. Akibatnya empat pegawai tewas dalam insiden tersebut. Mereka adalah Jaenudin, 44; Dani Prasetyo, 25, Jana Sutisna, 44, dan Joni Fitrianto, 34.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help