Warga Babelan Bekasi Isap Sabu untuk Hilangkan Nyeri Asam Urat

Petugas kemudian mengintai lokasi dan mendapati pelaku sedang duduk di pinggir jalan seorang diri.

Warga Babelan Bekasi Isap Sabu untuk Hilangkan Nyeri Asam Urat
Istimewa
ILUSTRASI 

‎WARTA KOTA, BEKASI - Mindra (30), warga Babelan, Kabupaten Bekasi, mengonsumsi narkotika jenis sabu untuk menghilangkan rasa nyeri asam urat yang dideritanya.

Kapolsek Babelan Komisaris Suriyat mengatakan, Mindra diamankan di depan Gerbang Perumahaan Villa Gading Harapan, Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Senin (29/1/2018) pekan lalu. Saat itu, penyidik mendapat informasi dari masyarakat soal maraknya transaksi narkoba di lokasi.

Petugas kemudian mengintai lokasi dan mendapati pelaku sedang duduk di pinggir jalan seorang diri. Saat diamati, Mindra bertingkah mencurigakan, tampak menunggu seseorang dengan raut wajah gelisah.

Baca: Sisa Hukuman Rehabilitasi Tinggal Lima Bulan, Ello Minta Dirawat Jalan

"Petugas kemudian menghampiri yang bersangkutan, namun dia hendak berlari," kata Suriyat di Mapolsek Babelan, Minggu (4/2/2018).

Suriyat mengatakan, petugas berhasil mengamankan Mindra sebelum dia melarikan diri. Ketika digeledah, polisi mendapati sebuah paket kecil sabu seberat 0,17 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok.

"Bungkus rokok disimpan di kantong celana sebelah kanannya," ujarnya.

Baca: Tukang Becak di Pademangan Barat Tak Sabar Tunggu Kepastian Rencana Anies Baswedan

Kepada penyidik, Mindra mengaku telah empat kali mengonsumsi sabu selama dua bulan. Barang haram itu, kata Mindra, diperoleh dari rekannya seharga Rp 200 ribu untuk paket kecil.

"Kaki saya sakit karena asam urat. Setelah mengonsumsi sabu, nyeri saya sedikit menghilang," aku pria yang bekerja serabutan ini.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 12 tahun. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help