Krisis Semenanjung Korea

Tak Hanya Langgar Sanksi DK PBB, Korut juga Kirim Senjata ke Suriah dan Myanmar

Dari ekspor hampir seluruh komoditas yang dilarang PBB, Korea Utara meraup Rp 2,68 triliun yang digunakan untuk pengembangan nuklirnya.

Tak Hanya Langgar Sanksi DK PBB, Korut juga Kirim Senjata ke Suriah dan Myanmar
AFP/Kompas.com
MISIL udara milik militer Myanmar saat parade di Naypyidaw pada 27 Maret 2016. 

WARTA KOTA, NEW YORK --- Korea Utara (Korut) dituduh telah menjual senjata kepada pemerintah Suriah dan Myanmar, serta melakukan ekspor batubara, besi, dan baja.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang dirilis pada Jumat (2/2/2018), Pyongyang disebut telah membantu pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad dalam mengembangkan program senjata nuklir dan mengirimkan rudal balistik untuk tentara Myanmar.

Baca: Korut Ndableg, Trump Rencanakan Serangan Bloody Nose

Korea Utara juga dituduh masih terus melakukan ekspor untuk barang-barang tambang yang termasuk dalam sanksi Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Korea Utara masih terus melakukan ekspor untuk hampir seluruh komoditas yang dilarang oleh resolusi dan memperoleh pendapatan hampir 200 juta dolar AS (sekitar Rp 2,68 triliun) antara Januari hingga September 2017," tulis laporan PBB, dikutip AFP.

Ditambahkan laporan tersebut, pengiriman batubara dan barang tambang lainnya ke China, Malaysia, Korea Selatan, Rusia hingga Vietnam menggunakan jalur laut dan dengan kombinasi teknik penghindaran, rute ganda, maupun taktik tipu daya.

Baca: Sama-sama Kelaparan, Warga Mulai Bentrok dengan Tentara Korut

Tahun lalu, Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan serangkaian resolusi yang ditujukan untuk membatasi ekspor dan mengurangi pendapatan Korea Utara yang akan digunakan untuk program persenjataan nuklir mereka.

Namun, menurut laporan tersebut dan juga panel ahli PBB, sebanyak tujuh kapal dicegah memasuki pelabuhan internasional di seluruh dunia karena telah melanggar sanksi PBB dengan melakukan transfer batubara dan minyak bumi dengan Korea Utara.

"Korea Utara telah memandang rendah resolusi dengan memanfaatkan rantai pasokan minyak global, melibatkan warga negara asing, perusahaan lepas pantai dan sistem perbankan internasional," kata panel ahli PBB.

Penyelidikan yang dilakukan juga telah mengungkap bukti substansial terkait kerja sama militer Pyongyang dengan Damaskus.

Setidaknya ada tiga kali kunjungan teknisi Korea Utara ke Suriah pada 2016, sesuatu yang lansung dibantah pemerintahan negara yang bersangkutan. Suriah mengatakan ahli yang diundang ke negaranya hanya yang terlibat di bidang olahraga. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini diunggah juga di Kompas.comPBB: Korea Utara Kirim Senjata ke Suriah dan Myanmar

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help