Sudah Saatnya Perempuan Miliki Jiwa Entrepreneur

Kalau modal usaha bisa dicari. Tapi kalau tidak ada semangat, kemauan, dan rasa percaya diri, tentunya tidak ada hasil yang maksimal

Sudah Saatnya Perempuan Miliki Jiwa Entrepreneur
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Anna Mariana

WARTA KOTA, DEPOK---Terjun di dunia wirausaha, menurut Anna Mariana (58), modal utama yang harus dimiliki adalah semangat, kemauan, dan percaya diri.

"Kalau modal usaha bisa dicari. Tapi kalau tidak ada semangat, kemauan, dan rasa percaya diri, tentunya tidak ada hasil yang maksimal," kata Anna saat memberikan pembekalan wirausaha mandiri yang digelar Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) di Auditorium BPSDM Kementerian Hukum dan HAM, Gandul, Cinere, Depok, baru-baru ini.

Sekadar diketahui perempuan kelahiran Solo, 1 Januari 1960 itu, dikenal sebagai salah satu desainer tenun tradisional dan juga pemilik butik Marsya House of Batik Kebaya, Tenun, Songket & Acessories.

Dalam kesempatan itu, sebagai seseorang yang cukup berhasil dibidangnya, Anna memberikan motivasi kepada peserta yang hadir untuk mau berkarya mendukung karir suaminya menjadi wirausaha, mandiri, inspiratif, dan menjadi contoh bagi anak-anaknya.

"Perempuan itu sudah saatnya mempunyai jiwa entrepreneur. Memiliki talenta dan dapat menggalinya, lalu diwujudkan dan dibentuk menjadi satu sistem bagaimana menjadi wirausaha atau pengusaha yang sukses," kata Anna.

Anna mengatakan, meski dirinya telah berkecimpung lebih dari 30 tahun dibidang pembuatan tenun dan songket ia mengaku tak mau hanya berkutat dalam ritme yang sama.

Sejak Desember 2016, istri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha itu membuat terobosan baru lewat tenun songket betawi.

Walau dalam kenyataannya tidak dikenal tradisi tenun maupun songket tersebut, namun ia cukup serius mengeksplorasi hal tersebut. Beragam motif tradisi Betawi ia sematkan di kain karyanya.

"Saya ciptakan tenun dan songket dengan mengambil motif ikon Betawi, seperti Monas, ondel-ondel, dan lain-lain. Saya selalu ingin membuat ide-ide dan karya yang baik dan bagus. Sebelum ini Betawi hanya punya batik. Saya menggagas kain tenun dan songket yang selama ini tak dimiliki Betawi," kata Anna.

Dengan apa yang dia geluti saat ini, Anna akan terus mengembangkan dunia songket yang dikenalnya lewat kelompok-kelompok binaannya yang telah tersebar di seluruh pelosok negeri.

"Saya melakukan pembinaan dan pelatihan pada kaum muda. Saya juga mengambil anak asuh untuk kegiatan menenun dari beragam tempat. Termasuk juga dari anak-anak pesantren. Saya melatih dan menyediakan bahan untuk mereka, agar mereka tidak hanya piawai mengaji tapi juga menguasai tenun dan songket dan menjadikan sebagai sandaran penghasilan. Hasil karya anak didik ini kan saya beli lagi," kata ibu empat anak itu.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved