Si Dukun 3 in 1 Sudah Melayani 15.634 Bayi di Jakarta

Ada 15.634 bayi di 10 rumah sakit ternama di Jakarta telah mendapatkan pelayanan dari program Si Dukun 3 in 1

Si Dukun 3 in 1 Sudah Melayani 15.634 Bayi di Jakarta
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Edison Sianturi, memberikan keterangan soal program Si Dukun 3 in1 atau Sistem Pelayanan Dokumen Kependudukan Terintegrasi pada Tiga Instansi Dalam Satu Loket. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Edison Sianturi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, mengatakan, ada 15.634 bayi di 10 rumah sakit ternama di Jakarta telah mendapatkan pelayanan dari program Si Dukun 3 in1 atau Sistem Pelayanan Dokumen Kependudukan Terintegrasi pada Tiga Instansi Dalam Satu Loket. Program ini akan ditingkatkan dengan menambah 10 rumah sakit lagi.

"Program Si Dukun 3 In 1 ini telah memberikan pelayanannya terhadap 15.634 bayi yang lahir di 10 rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Priok, RSUD Budi Asih, RSUD Cengkareng, RSUD Koja, RSUD Tarakan, RSUD Pasar Rebo, RSUD Pasar Minggu, RSIA Budhi Kemuliaan, dan rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Seribu. Kedepan dapat dipastikan pelayanan program dapat meluas ke 10 rumah sakit lagi di Jakarta," kata Edison, Minggu (4/2/2018).

Edison mengatakan, bayi yang lahir di rumah sakit langsung mendapatkan enam jenis dokumen, yakni surat keterangan lahir dari rumah sakit, nomor induk kependudukan, kartu keluarga, akta kelahiran, kartu identitas anak (pendidikan), serta nomor ID Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Anak (BPJS) Kesehatan.

"Dengan layanan ini, si anak baru lahir itu telah memiliki hak-hak sipilnya. Termasuk dokumen kependudukan, jaminan pendidikan, dan sudah mendapat jaminan kesehatannya," kata Edison.

Edison mengatakan, bagi warga Jakarta yang mau mendapatkan keenam dokumen tersebut bisa langsung mendaftarkan ke loket di rumah sakit yang dituju.

"Cara mendapatkan pelayanan soal program Si Dukun 3 In 1 ini pada saat ibu hamil yang akan melahirkan di rumah sakit di Jakarta, pertama-tama datang ke loket pendaftaran rumah sakit, dengan membawakan KTP dan KK. Daftar dan isi formulirnya. Pada saat anak itu lahir, berikan namanya, lalu lapor kembali ke loket pendaftaran itu. Baik ibu atau ayah si anak, berikan nama anak itu ke petugas rumah sakit. Oleh petugas di loket langsung dikeluarkan surat keterangan dokter dari rumah sakit," kata Edison.

Edison mengatakan, surat keterangan dari dokter berikut surat pendaftarannya, langsung dapat diakses oleh Disdukcapil DKI Jakarta. Dukcapil memberikan NIK, perubahan di status KK. Selanjutnya, NIK dan KK itu kini bisa langsung diakses oleh BPJS Kesehatan itu karena BPJS langsung mengeluarkan nomor ID BPJS untuk Setelah itu petugas rumah sakit langsung mengantarkan keenam dokumen itu ke ibu saat mau pulang dari rumah sakit.

Edison mengatakan, bayi yang sudah mendapatkan keenam dokumen itu mendapati berbagai keunggulan. Kalau anak ini sakit sudah dibiayai oleh BPJS Kesehatan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menargetkan di rumah sakit tipe D sudah melayani program ini.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved