Lurah Bilang Festival Rawa Belong di Jalan Sulaiman Tidak Berizin

Festival Rawa Belong 2018 yang digelar disepanjang Jalan Sulaiman, Jakarta Barat, digelar Sabtu-Minggu (3-4/2/2018) disebut tidak berizin.

Lurah Bilang Festival Rawa Belong di Jalan Sulaiman Tidak Berizin
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Festival Rawa Belong 2018 yang digelar disepanjang Jalan Sulaiman, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digelar Sabtu-Minggu (3-4/2/2018) disebut tidak berizin. Petugas gabungan membongkar stand acara itu. 

WARTA KOTA, KEBON JERUK---Festival Rawa Belong 2018 yang digelar disepanjang Jalan Sulaiman, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digelar Sabtu-Minggu (3-4/2/2018) disebut tidak berizin. Sehingga sejumlah anggota gabungan membongkar 85 stan di acara yang rencananya akan hadiri berbagai pameran seni budaya betawi.

"Festival Rawa Belong memang tak berizin. Saya enggak tahu siapa yang mengadakan acara tersebut. Sebenarnya banyak warga dan beberapa pedagang bunga protes. Karena adanya acara itu telah menutup total sepanjang Jalan Sulaiman. Tidak berizin. Makanya semalam kami dari kelurahan dan kecamatan, Satpol PP, dan kepolisian membubarkan festival itu. Sekarang Jalan Sulaiman lengang," kata Romelih, Lurah Sukabumi Utara, Minggu (4/2/2018).

Menurut Romelih, saat membongkar di lokasi berlangsung kondusif. Di lokasi juga dihadiri beberapa tokoh-pedagang bunga asli Rawa Belong.

"Saya menyesalkan karena ternyata di festival itu isinya pedagang dari luar semua. Jelas pedagang bunga kembang di Rawa Belong marah. Itu festival di Jalan Sulaiman itu bukan diadakan oleh kelurahan, kecamatan. Itu yang mengadakan orang luar, tidak tahu siapa," kata Romelih.

Sementara Yusuf atau akrab disapa Iyus, tokoh asli sekaligus aktivis pedagang bunga di Rawa Belong, membenarkan, apabila acara Festival Rawa Belong merupakan tidak berizin.

"Ke RT, RW, lurah, camat, bahkan ke sejumlah pedagang bunga di Rawa Belong saja, panitia-panitia acar festival itu tak izin dulu. Kami semua di sini protes. Pengunjung pasar bunga malah tidak bisa membeli bunga, sebab Jalan Sulaiman ketutup 100 persen. Warga turut protes. Makanya semalam ada petugas kelurahan, kecamatan, kepolisian, dan anggota gabungan lain membubarkan acara tak berizin itu," kata Iyus.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved