Jembatan Berendeng, Landmark Baru di Kota Tangerang

Jembatan dilengkapi dengan flying deck kaca yang bisa dimanfaatkan masyarakat kota untuk mengabadikan momen di atas Sungai Cisadane

Jembatan Berendeng, Landmark Baru di Kota Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin secara langsung meresmikan operasional jembatan baru yang diberi nama 'Jembatan Berendeng.' 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin secara langsung meresmikan operasional jembatan baru yang diberi nama 'Jembatan Berendeng.'

Jembatan tersebut menjadi penghubung antara wilayah Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci.

Selain itu pula ikon baru Kota Tangerang ini juga merupakan landmark serta destinasi wisata baru bagi kota seribu industri sejuta jasa ini.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin berfoto bdersama usai meresmikan operasional jembatan baru yang diberi nama 'Jembatan Berendeng.'
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Sachrudin berfoto bdersama usai meresmikan operasional jembatan baru yang diberi nama 'Jembatan Berendeng.' (Warta Kota/Andika Panduwinata)

“Tidak ada lagi istilah Tangerang Barat dan Tangerang Timur karena sudah ada jembatan berendeng yang menghubungkan dua wilayah yang bersebrangan,” ujar Arief yang ditemui usai meresmikan Jembatan Berendeng di Jalan Benteng Jaya, Tangerang, Minggu (4/2/2018).

Selain untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Daan Mogot dan Ks Tubun, jembatan yang dibangun dengan nilai kontrak tak kurang dari Rp. 33 milyar ini dilengkapi dengan flying deck kaca yang bisa dimanfaatkan masyarakat kota untuk mengabadikan momen di atas Sungai Cisadane dengan sensasi yang berbeda.

“Sengaja dikasih kaca supaya bisa dipakai selfie sambil liat sungai Cisadane,” ucapnya.

Ia menambahkan nantinya jembatan yang memiliki bentang sejauh 120 meter dan lebar 13 meter ini akan dapat dipergunakan setiap hari oleh masyarakat Kota Tangerang sebagai alternatif jalan selain melalui jembatan KS Tubun.

"Kecuali hari Sabtu sore hingga Minggu sore, karena akan dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi dan car free day," kata Arief. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help