Ditreskrimsus Polda Metro Tangkap Tiga Penganiaya Anak yang Viral di Facebook

Cyber Patrol Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku penganiaya Bag, anak laki-laki berusia delapan tahun.

Ditreskrimsus Polda Metro Tangkap Tiga Penganiaya Anak yang Viral di Facebook
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Cyber Patrol Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, menangkap tiga pelaku penganiaya Bag, anak laki-laki berusia delapan tahun. Ketiga pelaku di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Cyber Patrol Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku penganiaya Bag, anak laki-laki berusia delapan tahun.

Ketiga pelaku adalah Sp (41), ibunya; MR(43) kerabat korban, dan LS (45) kerabat korban, yang ditangkap di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

"Kasus ini bermula, beberapa waktu lalu kami menerima video berdurasi 2 menit 11 detik, terdapat luka fisik pada anak laki-laki berinisal Bag akibat dianiaya. Video ini viral di Facebook, kemudian Subdit Cyber Crime menganalisa di mana video itu direkam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018).

Tidak butuh menunggu lama, sekira awal Januari 2018, polisi berhasil mengetahui bahwa video direkam di Kuningan. Polisi menemui korban Bag, yang saat itu dalam kondisi sakit di rumah neneknya.

"Kami langsung lakukan visum di RSUD Kuningan. Diketahui dari hasil visum bahwa Bag mengalami luka hampir di suruh bagian tubuh," kata Argo.

Beberapa luka yang dialami bocah SD itu antara lain lebam di mata, luka melepuh disiram air panas di lengan kiri dan kanan.

Sementara itu, Kepala Unit 5 Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris James Hutajulu mengatakan, kasus tersebut bermula pada saat Bag dititipkan ibunya, SP (41), di rumah neneknya di Kuningan.

"Bag dititipkan sejak usia tiga bulan sampai delapan tahun. Namun, SP mendapatkan informasi Bag tidak diurus neneknya. Karena itu ia mengutus temannya, MR (43) untuk mengambil paksa Bag," kata James.

SP berniat untuk menitipkan B kepada LS (45). Alasannya karena LS sedang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Tapi justru selama pengasuhan LS, korban selalu menerima kekerasan fisik. Seperti dicubit, dipukul, bahkan disiram air panas," kata James.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved