Sopir Angkot Tanah Abang: Kita Ngikut Sajalah Daripada Ribut Terus

Sejumlah sopir angkot mengaku tak punya pilihan daripada ribut terus mengkritisi penataan Tanah Abang.

Sopir Angkot Tanah Abang: Kita Ngikut Sajalah Daripada Ribut Terus
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sebuah angkot melintas di Jalan Jatibaru yang dibuka kembali setelah demo sopir angkot. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG-Abay (35) seorang sopir angkot M08 menyatakan akan mengikuti rekan-rekannya yang menyetujui untuk diajak bergabung program Ok Otrip. Setelah kemarin pada Jumat (2/2), disepakati oleh 12 perwakilan sopir bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno beserta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota.

"Kita ngikut saja lah, daripada ribut terus. Nanti enggak selesai-selesai," kata Abay di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2018).

Abay mengaku belum memahami sepenuhnya terkait konsep program Ok Otrip yang sedang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam kurun waktu 1-2 kedepan.

"Saya hanya tahu kalau enggak ada setoran lagi dan dapat gaji Rp 3,6 juta per bulan," ungkapnya.

Meski Abay menyatakan terkadang bisa meraih uang lebih dari Rp 3,6 juta sebelum Jalan Jatibaru Raya ditutup, ia mengatakan solusi untuk menggani para sopir angkot yang penghasilannya semakin menurun merupakan langkah yang tepat.

"Kemarin bulan Januari turun pendapatan saya, biasanya lebih dari Rp 3 juta, kemarin paling hanya setengahnya," ujar Abay.

Sementara itu, ia juga menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk membuka kembali akses Jalan Jatibaru Raya pada pukul 15.00.

Hal itu dinilai Abay bisa mengurangi ongkos bensin lantaran sebelumnumya ia sering terjebak kemacetan di sekitar Blok G, Blok B dan Blok A.

"Sebenarnya setelah dibuka lagi jalannya, kalau masalah penumpang sih enggak jauh berbeda. Hanya saja bisa menghemat bensin dan waktu kalau jalannya (Jatibaru Raya) dibuka lagi," tuturnya.

Sebagai informasi, program Ok Otrip yang menggunakan pembayaran non tunai akan menggunakan sistem tarif rupiah per kilometer.

Besaran harga per 1 kilometernya menggunakan harga lama sambil menunggu direvisi kembali, yakni sebesar Rp 3.459,36. Sedangkan satu armada angkot, akan memiliki 2 sopir yang dibagi menjadi 2 bagian jam kerja per 8 jam.

Sementara itu terkait armadanya, Andri menyatakan akan tetap menggunakan armada lama.

Ia mengharapkan kedepanya dalam jangka waktu satu tahun, para sopir Tanah Abang bisa menabung dan membeli armada baru agar para penumpang lebih nyaman.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved