Isyana Sarasvati Seperti Pulang ke Rumah

Di balik kesuksesan Isyana Sarasvati, terselip perjuangan yang begitu besar untuk meraih mimpi menjadi bintang di industri musik negeri ini.

Isyana Sarasvati  Seperti Pulang  ke Rumah
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Isyana Sarasvati 

WARTA KOTA, PALMERAH - Di balik kesuksesan penyanyi Isyana Sarasvati (24), terselip perjuangan yang begitu besar untuk meraih mimpi menjadi bintang di industri musik negeri ini.

Bagi Isyana, musik adalah kehidupannya. Ketika masih sekolah, penyanyi cantik ini berhasil mendapat beasiswa sekolah musik di Singapura.

Itu adalah salah satu mimpi Isyana yang telah terwujud.

Beasiswa sekolah musik didapatnya ketika duduk di bangku kelas 2 SMA. Dari Singapura, mimpi Isyana melanjutkan pendidikannya di bidang musik terus terkabul hingga jenjang sarjana.

Sekolah musik menjadi langkah awal perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 2 Mei 1993, itu meraih mimpi menjadi penyanyi dan musisi.

ISYANA Sarasvati, Brand Ambassador Mio S Tubeless & Ban Lebar 125cc Blue Core.
ISYANA Sarasvati, Brand Ambassador Mio S Tubeless & Ban Lebar 125cc Blue Core. (Istimewa)

"Sejak masih kecil, mimpiku tak pernah berubah dan ingin menjadi maestro musik. Saat masih SD, aku tuh paling senang setiap diminta menjadi dirijen," kata Isyana tersenyum di sela berbincang di Oriflame 'Brand Ambassador Grand Launch' di Ice Palace, Lotte Shoping Avenue Kuningan, Jalan Dr Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).

Perlahan mimpi Isyana itu terwujud satu per satu ketika beranjak dewasa. Kini Isyana bahkan menjelma sebagai salah satu penyanyi bersuara emas negeri ini.

"Kalau ditanya ada pilihan lain (diluar bernyanyi), aku selalu menjawab, 'nggak ada'. Kalau nggak ada musik, aku nggak bisa hidup," kata Isyana yang ingin terus mempelajari musik meski sudah jadi penyanyi profesional.

"Aku sangat suka musik pop dan klasik. Aku ingin pelajari semua musik. Aku bukan orang yang suka memilih-milih genre musik," ucap pelantun Keep Being You (2014) dan Tetap Dalam Jiwa (2015) itu.

Ia bahkan baru saja tampil bersama Jakarta Concert Orchestra (JCO) pimpinan konduktor Avip Priatna di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Avip adalah salah satu mentor bernyanyi Isyana, terutama musik klasik. Ketika tampil di tengah iringan musik orkestra itu, Isyana merasa seperti pulang ke rumah karena sebelum bernyanyi pop, ia adalah penyanyi lagu klasik.

Di konser kemarin, Isyana menyanyikan dua lagu klasik yang sangat disukainya, walau not-notnya sangat njlimet, yakni Les Fillee Des C Adix karya Leo Delibes dan Voice of Spring karya Johan Strauss 2.

Penyanyi Isyana Sarasvati.
Penyanyi Isyana Sarasvati. (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Avip menyebutkan, baik Les Fillee Des C Adix atau Voice of Spring, not-not lagunya sama-sama saling akrobatik.

"Dalam satu not di lagu itu beragam nada harus pas saat dinyanyikan Isyana, dan nada-nadanya sangat tinggi. Satu lagi tantangannya, lirik lagunya berbahasa Jerman," kata Avip. (ari)

Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Jumat, 2 Februari 2018

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved