Ini Penyebab Gerai Clarks di Jakarta Tutup

Industri sepatu sedang stagnasi. Penutupan gerai Clarks menjadi satu di antara patokan bagaimana industri sepatu domestik masih kurang bergairah.

Ini Penyebab Gerai Clarks di Jakarta Tutup
Warta Kota/Henry Lopulalan
Puluhan orang antri Gerai sepatu asal Inggris, Clarks di Gerai Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018). 

WARTA KOTA, JAKARTA---Warga banyak yang bertanya-tanya soal alasan Clarks menutup gerai, Ada yang menyebutkan pasar sepatu domestik dikuasai daring, adapula yang mengatakan minat beli masyarakat yang berkurang.

Eddy Widjanarko, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), mengatakan, saat ini industri sepatu sedang stagnasi. Penutupan gerai Clarks menjadi satu di antara patokan bagaimana industri sepatu domestik masih kurang bergairah.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada Aprisindo, ada tiga hal yang membuat Clarks menutup gerainya di Indonesia. Pertama karena harga sewa mal yang tinggi, kedua bea masuk yang tinggi dan tarifnya berubah-ubah, dan ketiga pengaruh persaingan dengan toko daring.

"Online orang bisa beli dari belahan dunia manapun dan sampai rumah dengan free. Itu pasti mengancam (peritel), orang beli sepatu tidak kena bea masuk," kata Eddy seperti dilansir Kontan.co.id, Jumat (2/2/2018).

Kondisi seperti itu membuat produsen sepatu yang sudah impor dengan bea masuk, kemudian menyewa toko di mal dan pusat perbelanjaan akan tergerus. Belum lagi kebijakan dan bea masuk impor yang selalu berubah-ubah yang tidak memiliki biaya tetap sehingga membebani operasional.

Eddy memprediksi tahun ini dan tahun depan industri sepatu masih akan mengalami tantangan yang sama. Dalam dua tahun ini, stagnasi akan dialami oleh industri sepatu domestik, kendati ada ajang pilkada namun itu tidak akan banyak membantu.

Sebelumnya telah diunggah Kontan.co.id dengan tautan: http://industri.kontan.co.id/news/citilink-buka-rute-jakarta-banyuwangi-mulai-15-feb ruari

Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help