Sopir dan Kernet Curi Barang Rekanan Perusahaan

Seorang sopir dan kernet angkutan barang nekat mencuri di tempat rekanan perusahaannya di wilayah Cikarang Selatan

Sopir dan Kernet Curi Barang Rekanan Perusahaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI -- Seorang sopir dan kernet angkutan barang nekat mencuri di tempat rekanan perusahaannya di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/1). 

Aksi tersangka, Aripin (24) dan Khaerul Umam (19) terungkap karena mereka tidak mampu menunjukkan dokumen pengeluaran barang kepada petugas keamanan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Selatan Inspektur Satu Jefri mengatakan, tersangka memanfaatkan pekerjaannya saat mencuri barang di PT. Trimitra Chitrahasta, Kawasan Lippo Cikarang. Aripin yang bertugas sebagai sopir beserta kernetnya, Khaerul mendapat tugas dari perusahaannya, DKS untuk mengantar barang ke PT Trimitra.

"Setelah mengantar barang, diam-diam mereka memasukan 500 buah bracket sode stand, 180 buah plate footers, 250 buah weight cluth milik perusahaan itu ke dalam truknya menggunakan troli,"  kata Jefri pada Rabu (31/1).

Jefri mengatakan, truk yang dikemudikan Aripin sempat diperiksa petugas keamanan PT Trimitra saat keluar gerbang. Namun saat diminta dokumen pengeluaran barang, mereka berkelit dan tidak mampu menunjukkannya. "Petugas keamanan langsung melapor ke Polsek Cikarang Selatan untuk ditelusuri," ujar Jefri.

Menurut Jefri, kedua pelaku tidak mampu mengelak begitu petugas mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman video itu, mereka terlihat sibuk memindahkan barang curian ke dalam truk menggunakan troli. "Kepada polisi, tersangka mengaku mengambil barang itu atas inisiatif bukan diperintah perusahaan," jelasnya.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro menambahkan, Aripin dan Khaerul sudah tiga kali mencuri barang tersebut. Barang curiannya, kata dia, dijual ke pengepul barang bekas di wilayah Kalimalang. "Karena perbuatan sebelumnya tidak terbongkar, makanya mereka nekat mencuri lagi. Rupanya perusahaan menyadari adanya barang yang hilang makanya dicek," kata Alin.

Alin mengimbau kepada perusahaan lain untuk menerapkan pola pemeriksaan serupa. Kata dia, kendaraan yang keluar dari pabrik harus diperiksa secara detail karena untuk menghindari praktik pencurian serupa. "Tingkatkan pengawasan terhadap angkutan barang dan pribadi, bila perlu perbanyak juga kamera pengawas untuk meminimalisir pencurian," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved