Beli Rp 300 Ribu, Penjual Satwa Dilindungi Menjualnya Rp 5 Juta per Ekor

Salah satu media sosial yang digunakan adalah Facebook, melalui grup-grup atau komunitas.

Beli Rp 300 Ribu, Penjual Satwa Dilindungi Menjualnya Rp 5 Juta per Ekor
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Aparat Subdit III Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) saat rilis penangkapan tujuh orang penjual satwa yang dilindungi. Untuk menutupi aksinya, pelaku menjualnya melalui media sosial. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Tujuh penjual satwa dilindungi mengaku menghargai hewan-hewan tersebut senilai Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta per ekor. Hewan-hewan itu dijual melalui media sosial.

“Pelaku membeli binatang-binatang tersebut dengan harga Rp 300 ribu per ekor. Kemudian menjualnya seharga Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta per ekor,” kata AKBP Sutarmo, Kasubdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Dari tujuh tersangka, terdapat sembilan jenis binatang yang disita. Rinciannya, dua ekor buaya muara, empat ekor lutung Jawa, satu ekor surili Jawa alias monyet putih, dua ekor siamang, enam ekor kucing hutan, dua ekor bayi burung hantu, dua ekor ular sanca, satu ekor kukang, satu ekor monyet pantai, satu ekor burung jalak Bali, dan satu ekor elang bondol.

Baca: Demi Dapatkan Satu Meja untuk Berjualan, Pedagang Pasar Enjo Setor Uang Pungli Rp 2,8 Juta

“Mereka menerima orderan terlebih dahulu. Kemudian mencarikan binatang sesuai dengan yang diorder di daerah Lampung dan Jawa,” jelas Sutarmo.

Sebelumnya, Subdit III Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, menangkap tujuh orang penjual satwa yang dilindungi. Untuk menutupi aksinya, para tersangka menjual melalui media sosial.

“Dulu untuk penjualan satwa yang dilindungi ini melalui toko-toko, tapi sekarang pakai cara menggunakan teknologi maju, yaitu melalui media sosial. Mereka kami tangkap pada minggu ketiga Januari,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Baca: Tahun Ini PT KCI Targetkan Penumpang KRL 320 Juta Orang

Salah satu media sosial yang digunakan adalah Facebook, melalui grup-grup atau komunitas. SF, AM, MBK, HRN, IA, ETW, dan AR, ditangkap karena menjual satwa dilindungi di beberapa wilayah.

“Mereka kami tangkap saat menjualnya di Cengkareng (Jakarta Barat), Penjaringan (Jakarta Utara), Matraman dan Rawamangun (Jakarta Timur), Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Bekasi, dan Beji (Kota Depok),” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help