Warga Masih Bingung Soal Sanksi Pelanggaran Lajur Khusus Motor

Masih banyak warga masyarakat yang tidak memahami sanksi pelanggaran lajur khusus motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.

Warga Masih Bingung Soal Sanksi Pelanggaran Lajur Khusus Motor
Warta Kota/Rangga Baskoro
Isi lembar leaflet yang diberikan Dishub guna sosialisasi lajur khusus motor 

WARTA KOTA, MENTENG-Dinas Perhubungan DKI Jakarta hari ini membagikan sebanyak 1.000 leaflet yang berisikan mengenai informasi lajur khusus pengendara sepeda motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.

Meski begitu, banyak dari masyarakat yang tidak memahami sanksi yang diberikan terkait pelanggarannya.

"Kok hanya seperti ini? Gak dijabarin nih sanksinya apa kalau misalnya melanggar? Pasalnya apa? Dendanya berapa?" keluh Toni (53) pengendara sepeda motor asal Matraman di lokasi, Senin (29/1/2018).

Ia juga memprediksi bahwa lajur khusus sepeda motor tak akan efisien lantaran masih banyak mobil-mobil yang menggunakan lajur yang terletak di paling kiri tersebut.

"Jalur busway yang ada pembatasnya aja kadang-kadang dilanggar. Bagaimana ini yang gak ada batasnya," kata Toni.

Sementara itu, pengendara motor lain bernama Khalid (35) mengatakan kondisi lalu lintas sangat lah situasional.

Apabila terjadi kemacetan, secara otomatis baik mobil dan motor akan mengisi lajur kosong agar tak terjadi penumpukan.

"Misalnya macet, ya mobil atau motor pasti nyari celah kosong. Otomatis semua lajur akan terpakai apabila terjadi kemacetan," kata Khalid.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved