Saran ICW Agar UKM Tidak Mengacaukan Proyek Rehab Total Sekolah di Jakarta

ICW menyarankan UKM sebaiknya diberi pekerjaan spesifik seperti pemasangan interior dan lainnya dalam proyek rehab sekolah.

Saran ICW Agar UKM Tidak Mengacaukan Proyek Rehab Total Sekolah di Jakarta
www.antikorupsi.org
Logo ICW 

WARTA KOTA, PALMERAH-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan sejak awal menjabat bahwa proyek konstruksi di Jakarta mesti memberi kesempatan kepada usaha kecil menengah (UKM) turut serta.

Lelang rehab total sebanyak 100 sekolah di Jakarta kini mulai mendekati tahap akhir.

2 pekan ke depan nama-nama perusahaan general konstruksi bakal mulai masuk dan bersaing.

Lelang ini cenderung besar sebab terdapat 5 paket di dalamnya dengan total nilai proyek Rp 1,8 trilliun.

Koordinator Divisi Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, setuju dengan metode lelang konsolidasi yang bakal diterapkan

Konsolidasi dilakukan dengan cara membagi 100 sekolah yang akan direhab total ke dalam 5 paket.

Di 5 paket itu nantinya akan dimenangi 1 perusahaan general contractor.

"Memang lebih baik konsolidasi daripada memecah lelang satu per satu sekolah untuk UKM. Sebab lelang konsolidasi lebih menjamin terhadap mutu," ucap Febri ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (29/1/2018).

Nantinya tinggal pemenang tiap-tiap paket diberi kewajiban menyerahkan beberapa pekerjaan spesifik ke UKM atau menjadi sub kontraktor (Subkon).

Selanjutnya tinggal Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov DKI mengatur bagaimana metode Subkonnya.

Menurut Febri, 

"Semestinya UKM yang jadi Subkon juga masuk ke dalam kontrak. Sehingga jelas dari awal rencana Subkonnya. Selain itu perlu juga diatur standar harga Subkonnya," ucap Febri.

Febri mengatakan, hal itu juga bakal mencegah terjadinya penyimpangan atau kesempatan korupsi.

Febri juga menyarankan agar seluruh dokumen lelang diunggah ke situs Pemprov DKI.

Hal itu agar segalanya transparan, sehingga kemungkinan korupsi makin kecil.(

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved