Kasus Perawat Remas Payudara Pasien, DPR Akan Panggil Menkes dan IDI

Kita Komisi IX bikin Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kita panggil Menkes, Organisasi Perawatnya, IDI, manajemen RS

WARTA KOTA, JAKARTA- Komisi IX DPR dan Ombusman RI berencana memanggil Menteri Kesehatan, Organisasi Keperawatan Indonesia, Ikatan Doktor Indonesia (IDI) dan organisasi rumah sakit terkait kasus pelecehan seksual kepada pasien, WD oleh perawat di RS Nasional Hospital Surabaya.

Pemangillan tersebut guna meminta keterangan pihak terkait atas kasus pelecehan yang sempat viral di media sosial tersebut.

"Kita bersinergi dengan Ombusman RI. Kita Komisi IX bikin Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kita panggil Menkes, Organisasi Perawatnya, IDI, manajemen RS (Nasional Hospital Surabaya). Kita minta penjelasan," kata Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Nasdem, Irma Suryani di dalam diskusi 'Hospital tanpa Hospitality?' di Gado Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Irma menjelaskan, selain mendengarkan penjelasan soal pelecehan tersebut, Komisi IX juga akan menyarankan Badan Pengawas Ramah Sakit (BPRS) agar pegawasan RS dievaluasi.

Terlebih, kata Irma, selama ini BPRS diisi oleh para dokter tanpa pengawasan dari pihak lain.

"Komisi IX menyampaikan agar dirubah, pengawasan ada tokoh agama, tokoh masyarakat, sehingga pegawasan jelas. Masa jeruk makan jeruk," kata Irma.

Untuk itu, Irma berharap masalah pelecehan seksual di Rumah Sakit tidak akan terjadi lagi."

"kita tegakan yang namanya penegakan hukum, supaya jangan sampai terjadi lagi," terang Irma.

Sementara itu, Anggota Ombusman RI, Ahmad Suaedy akan melakukan investigasi terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

"Bisa (lakukan investigasi), akan melakukan itu. Kami melakukan investigasi kepada korban, pelaku dan pihak RS. kalau investigasi relatif komperhensif," kata Ahmad Suaedy.

Investigasi yang dilakukan Ombusman RI, kata Ahmad, guna mengembalikan citra dan marwah korban serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

"Menegakan kehormatan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat," kata Ahmad Suaedy.(*)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved