Gamawan Menyatakan Kemarahannya di Saat Tahu Ada yang Terima Uang KTP Elektronik

Menurut Gamawan, ia marah saat tahu ada anak buahnya yang menerima uang dalam kasus e-KTP.

Gamawan Menyatakan Kemarahannya di Saat Tahu Ada yang Terima Uang KTP Elektronik
Warta Kota/Henry Lopulalan
Persidangan dengan terdakwa Setya Novanto dalam kasus e-KTP menghadirkan mantan Mendagri Gamawan Fauzi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Majelis hakim kembali mengklarifikasi pemberian uang Rp 78 Miliar dari Andi Narogong untuk Kementerian Dalam Negeri kepada mantan Mendagri Gawaman Fauzi.

Gamawan, Senin (29/1/2018), hadir sebagai saksi di sidang kasus dugaan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan kasus KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto, Kamis (25/1) kemarin, dua pejabat Kemendagri yang juga terpidana kasus KTP elektronik, Irman dan Sugiharto mengaku, pernah melapor ke Gamawan bahwa pejabat Kemendagri akan mendapat Rp 78 Miliar.

Uang itu disebut berasal dari pengusaha pelaksana proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Namun, saat mendengar hal itu, Gamawan hanya diam tanpa memberikan respons.

Majelis hakim mengaku, heran dengan sikap Gamawan yang tak merespon saat diberi tahu bahwa pihak Kemendagri akan mendapat uang.

Hakim menganalogikan sikap Gamawan itu layaknya gadis desa yang hendak dilamar.

Namun, diungkap Kompas TV, Gamawan membantah hal tersebut.

Menurut Gamawan, ia marah saat tahu ada anak buahnya yang menerima uang dalam kasus e-KTP.

Gamawan tidak terima dirinya disangkutpautkan dengan dugaan korupsi KTP elektronik.

Namun, Gamawan mengakui kalau pengerjaan proyek KTP elektronik tersebut menelan biaya yang cukup fantastis.

Ia bahkan pernah melaporkan hal tersebut ke Boediono, wapres yang menjabat, saat itu.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help