Pengunjung Tak Minat Naik Delman Hias di Monas, Ini Gara-garanya

Delman hias yang beroperasi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), tidak diminati pengunjung.

Pengunjung Tak Minat Naik Delman Hias di Monas, Ini Gara-garanya
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Delman hias di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Delman hias yang beroperasi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), tidak diminati pengunjung.

Santi, pengunjung Monas, mengurungkan niatnya untuk menaiki delman, lantaran harganya terlalu mahal.

"Enggak jadi naik, cuma ke parkiran IRTI mahal banget seratus ribu," ujar Santi di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2018).

Delman hias di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas).
Delman hias di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas). (WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI)

Menurutnya, harga segitu untuk jarak sekitar dua kilometer, tidak masuk akal.

"Masa cuma muter ke depan dipatok seratus ribu, kan enggak masuk akal, enggak sampai dua kilo kok," ucap Santi.

Pantauan Warta Kota, terdapat lima delman yang dihias dengan kembang kelapa berwarna warni.

Baca: Bahrun Naim Dikabarkan Tewas, Kapolri: Bisa Juga Trik Supaya Tidak Dikejar

"Ini namanya kembang kelapa, supaya menarik pengunjung," jelas seorang kusir delman.

Dalam sehari, ia mengaku hanya mendapat pelanggan dua ourrang, bahkan pernah tidak mendapat pelanggan sama sekali.

"Paling dua kali muter aja, hari libur juga enggak terlalu rame, sering juga pulang enggak dapet duit," ungkapnya.

Baca: Elektabilitas Jadi Cawapres 2019 Paling Tinggi, Anies Baswedan: Saya Fokus Antisipasi Banjir

Harga yang dipatok tergantung jarak dan jumlah orang yang naik.

"Tergantung jauh atau enggak, sekali muter bisa tujuh puluh ribu sampai seratus ribu, tergantung juga berapa orang yang naik," sambung kusir delman.

Ia mengatakan omzetnya besar jika hari libur sekolah, namun bukan saat akhir pekan.

"Kalau libur panjang baru banyak yang minat naik delman, kalau Sabtu Minggu biasa aja," tuturnya. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help