Artis Terjerat Narkoba

Pemasok Sabu Jennifer Dunn Sempat Minta Bantuan Orang Pintar Agar Tak Ditangkap Polisi

K ternyata juga masih menjalani wajib lapor di BNN, lantaran sebelum kasus ini, dirinya baru keluar dari 'hotel prodeo' pada Februari 2017.

Pemasok Sabu Jennifer Dunn Sempat Minta Bantuan Orang Pintar Agar Tak Ditangkap Polisi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Artis Jennifer Dunn dihadirkan saat dilakukan rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Aparat Subdit I Narkotika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil meringkus bandar narkotika berinisial K, di Hotel Aurora, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (18/1/2018) lalu.

K merupakan pemasok narkotika jenis sabu kepada pesinetron Jennifer Dunn (JD). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, K mengaku ketakutan karena membaca di media bahwa dirinya menjadi buruan polisi.

"Pelaku kita tangkap di Cirebon, dia takut, karena membaca media, sedang dicari-cari polisi," ujar Argo di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018).

Baca: Polisi Ringkus Pemasok Sabu Jennifer Dunn di Cirebon

K juga sempat menemui orang pintar di wilayah Cirebon. Argo mengatakan, tersangka berupaya menghilangkan jejak dari pengejaran polisi dengan bantuan orang pintar itu.

"Pelaku mencari orang pintar supaya petugas polisi lupa, ternyata doa penyidik lebih kuat dan pelaku ditangkap penyidik," seloroh Argo.

Dari tersangka K, polisi mengamankan barang bukti satu buah gawai (telepon genggam), satu buah kartu ATM atas nama Z, dan dua buah bukti transfer.

Baca: Polisi Apresiasi Jennifer Dunn yang Jadi Religius Sejak Dipenjara

K ternyata juga masih menjalani wajib lapor di BNN, lantaran sebelum kasus ini, dirinya baru keluar dari 'hotel prodeo' pada Februari 2017.

Ia sedang menjalani pembebasan bersyarat, setelah ditangkap BNN pada 2014 lalu terkait kasus narkoba. Ia masih berada di bawah pengawasan BNN dan wajib lapor.

Argo mengatakan, K telah mengedarkan barang haram tersebut selama tujuh bulan, setelah keluar dari penjara pada Februari 2017. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help