KPK Periksa Mantan Anak Buah Jonan untuk Kembangkan Penyelidikan Baru

KPK memanggil terdakwa penerima suap pengerukan dan penerbitan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK), Antonius Tonny Budiono.

KPK Periksa Mantan Anak Buah Jonan untuk Kembangkan Penyelidikan Baru
Kompas.com
Febri Diansyah 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terdakwa penerima suap pengerukan dan penerbitan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK), Antonius Tonny Budiono.

Pemeriksaan mantan Direktur Jenderal Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu dalam rangka pengembangan perkara.

“Tim sedang mencermati informasi-informasi yang sudah muncul sebelumnya di penyidikan hingga persidangan. Ada kebutuhan pemeriksaan untuk pengembangan perkara,” ujar Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Namun, dia enggan menjelaskan lebih rinci perihal pengembangan yang dimaksud.

Pada persidangan di Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018), Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Yadyn mengatakan, pihaknya akan menghadirkan Menteri ESDM Ignasius Jonan sebagai saksi di persidangan untuk terdakwa Tonny.

"Kalau itu lihat perkembangan di persidangan,” katanya, Kamis (25/1/2018).

Kemungkinan pemanggilan Jonan dikarenakan pada sidang dakwaan Tonny, JPU KPK mengungkapkan adanya pemberian gratifikasi kepada terdakwa sudah terjadi sejak dia menjabat sebagai staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multi Moda dan Keselamatan 2015.

Saat itu, Menhub masih dijabat oleh Jonan sebelum digantikan oleh Budi Karya Sumadi pada 27 Juli 2016.

"Penerimaan gratifikasi tersebut diterima Tonny saat menjabat Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multi Moda dan Keselamatan tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 dan saat menjabat sebagai Dirjen Hubla tahun 2016 sampai 2017," kata Jaksa saat membaca dakwaan, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2017).

Gratifikasi yang diterima Tonny saat menjadi staf ahli menteri berupa uang tunai sejumlah Rp5.815.579.000, USD479.700, EUR4.200, GBP15.540, SGD700.249, RM11.212, serta uang di dalam rekening Bank Bukopin atas nama Oscar Budiono sejumlah Rp1.066.096.437 dan Rp1.067.944.536.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help