Perawat yang Remas Payudara Pasien Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan, pelaku akan dijerat pasal 290 KUHP tentang pelecehan seksual kepada seseorang dalam keadaan tidak sadar.

Perawat yang Remas Payudara Pasien Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
instagram
pasien korban pelecehan 

WARTA KOTA, JAKARTA-  WD, mantan pasien Rumah Sakit National Hospital Surabaya, dilecehkan di ruang pemulihan usai menjalani operasi. Korban saat itu usai menjalani operasi kandungan.

YW, suami korban mengatakan, saat itu istrinya dalam kondisi setengah sadar dan mengenakan pakaian khusus.

"Pelaku sempat bertanya kepada istri saya tentang kondisi dan alamat rumah. Istri saya mendengarkan, namun karena kondisinya lemas karena pengaruh obat bius, dia tidak bisa menjawab," ucapnya menirukan keterangan istrinya, Jumat (26/1/2018).

Jadi meskipun kondisi lemah, istrinya masih bisa merasakan apa yang diperbuat oleh pelaku. Baru setelah kondisi korban berangsur pulih, dia menceritakan apa yang dialaminya kepada suaminya.

Baca: Perawat Peremas Payudara Pasien Lakukan Reka Ulang di Kantor Polisi, Kali Ini Pakai Boneka

Dia mengaku kecewa kepada pihak rumah sakit yang menugaskanperawat laki-laki untuk menangani pasien perempuan. "Harusnya ditugaskan perawat perempuan juga," kata pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Kemarin, dia melaporkan aksi pelecehan seksual tersebut ke Mapolrestabes Surabaya. Kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan, pelaku akan dijerat pasal 290 KUHP tentang pelecehan seksual kepada seseorang dalam keadaan tidak sadar.

"Hukumannya maksimal 7 tahun penjara," jelasnya. 

KOMPAS.COM/ Achmad Faizal

berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Pasien RS National Hospital Surabaya Dicabuli Seusai Operasi Kandungan

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved