Meresahkan, Pengamen Gaya Punk Diamankan Petugas

Mereka berpindah ke angkutan umum dengan memaksa dan mengintimidasi para penumpang agar diberi uang

Meresahkan, Pengamen Gaya Punk Diamankan Petugas
Warta Kota/Dwi Rizki
Pengamen gaya punk yang diamankan petugas, Jumat (26/1). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, mengamankan 8 pengamen jalanan karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Surya mengungkapkan ini merupakan laporan masyarakat melalui media sosial terkait pengamen bergaya punk yang sangat meresahkan masyarakat, mereka di amankan di sekitar kawasan Palmerah.

"Masyarakat merasa resah dan terintimidasi oleh pengamen bergaya punk yang meminta secara paksa" ungkapnya dalam siaran tertulis pada Jumat (26/1/2018).

Pengamen gaya punk yang diamankan petugas, Jumat (26/1).
Pengamen gaya punk yang diamankan petugas, Jumat (26/1). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Menurut laporan masyarakat, mereka biasanya beroperasi di sekitar kawasan kampus Binus di tempat-tempat makan, sasaran mereka adalah para mahasiswa/i yang sedang makan pada saat jam istirahat kuliah.

Pada saat jam istirahat kuliah usai mereka berpindah ke angkutan umum dengan memaksa dan mengintimidasi para penumpang agar diberi uang, ungkap Surya pada Jumat (26/1).

Dari 8 yang berhasil kita amankan dua diantaranya masih pelajar di bangku Sekolah Dasar (SD) dan SMP, ini sangat memprihatikan kita semua yang seharusnya mereka belajar di rumah tapi mereka turun ke jalan untuk mengamen.

Pengamen gaya punk yang diamankan petugas, Jumat (26/1).
Pengamen gaya punk yang diamankan petugas, Jumat (26/1). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Surya menambahkan, selama ini pihaknya selalu gencar melakukan monitoring serta pengawasan di sejumlah titik rawan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), akan tetapi mereka seakan sudah hapal keberadaan petugas kita dilapangan.

"Saat ini para pengamen yang diamankan petugas sudah dirujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBI BD) 1 Kedoya untuk pendataan serta pembinaan lebih lanjut agar mereka tidak turun ke jalan lagi dan meresahkan masyarakat," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved