Sejumlah Tahanan Ikut Kegiatan Pengajian Bersama yang Digelar Polsek Cilandak

Dia mengajak seluruh tahanan untuk tetap tawakal dan menjadikan pengalaman sebagai bentuk pembelajaran.

Sejumlah Tahanan Ikut Kegiatan Pengajian Bersama yang Digelar Polsek Cilandak
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi kegiatan mengaji. 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Apabila ingin berubah menjadi baik, tidak ada yang tidak mungkin, karena senyatanya semua orang adalah baik. Pesan moral tersebut disampaikan Ustadz Zulham ketika mengisi tausiah di ruang tahanan Mapolsek Cilandak, Cilandak Jakarta Selatan pada Kamis (25/1/2018) siang. 

Puluhan tahanan yang memiliki beragam latar belakang masalah itu mendengarkan penjelasan Ustadz Zulham, khususnya tentang pengampunan dan taubat dalam kisah Nabi Adam, Nabi Yunus dan Nabi Musa. Kesalahan yang diperbuat makhluknya katanya akan diampuni Allah SWT apabila para umatnya bersungguh-sungguh bertaubat. 

"Kesalahan yang telah diperbuat Allah simpan untuk kemuliaan, mudah bagi Allah mengampuni kesalahan untuk orang bertaubat, walaupun banyak keburukan dirinya yang terdahulu," ungkap Ustadz Zulham diamini sebanyak 28 orang tahanan. 

Mereka pun terdiam dan khusyuk mendengarkan ketika Ustadz Zulham kembali mengingatkan agar selalu bersyukur.

Sebab, dijelaskannya, semua hal yang dialami merupakan jalan untuk mencapai kebaikan, hukuman yang bakal mereka terima pun katanya termasuk bagian dari teguran Allah agar berubah dan memiliki kehidupan yang lebih baik. 

"Jangan berprasangka buruk kepada Allah karena sedang berada di sel atau tahanan, kita harus selalu bersyukur karena telah diingatkan atas segala kekhilafan yang selama ini dilakukan. Ini merupakan ujian, bukan untuk disesali, tetapi disyukuri agar menjadi umat yang lebih baik lagi," ungkapnya. 

Ujian yang tengah dialami para tahanan katanya harus menjadi motivasi agar lebih taat beribadah dan bersungguh-sungguh berubah untuk tidak lagi mengulangi kesalahan.

Dirinya kembali mengingatkan agar mereka tidak boleh berputus asa, sebab masa depan masih panjang dan banyak waktu untuk menyongsong masa depan. 

"Jangan tinggalkan agama, kehidupan kita akan manis apabila agama bersama kita dan akan pahit bila agama kita tinggalkan. Jangan putus asa, keberadaan di tahanan adalah obat untuk menyehatkan rohani kita," katanya, yang diakhiri dengan pembacaan doa dan Surat Yassin yang diikuti para tahanan. 

Sementara itu, Kapolsek Cilandak Kompol Sujanto mengajak seluruh tahanan untuk tetap tawakal dan menjadikan pengalaman sebagai bentuk pembelajaran.

"Mari kita syukuri, jangan berpikiran buruk di dalam sel, mulai sekarang harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.

Lewat pengajian sekaligus tausiah yang termasuk dalam program Pesantren Kilat Tahanan yang digagas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz K Dwihananto itu dirinya berharap agar para tahanan dapat bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya serta dapat kembali bermasyarakat. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved