Liga Inggris

Mauricio Pellegrino Merasa Tiap Hari Seperti Duduk di Kursi Listrik

Pemecatan memang relevan bagi Pellegrino, sebab sampai saat ini mereka belum memperoleh kemenangan di 11 laga terakhir.

Mauricio Pellegrino Merasa Tiap Hari Seperti Duduk di Kursi Listrik
dailyecho.com
Mauricio Pellegrino 

WARTA KOTA.COM - Mauricio Pellegrino mengibaratkan dirinya seperti terpidana mati, yang duduk di kursi listrik.

Setiap saat aliran listrik bisa mengalir menghanguskan otak dan jantungnya.

Beruntung hari eksekusi itu tidak tiba pada Minggu (21/1/2018), karena Southampton berhasil menahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 di Stadion St Mary's.

"Itu becandaan kami para pelatih. Pekerjaan ini memiliki risiko pemecatan tertinggi, karena kami tergantung pada hasil pertandingan," kata pelatih Southampton tersebut.

Pertanyaan soal pemecatan memang relevan bagi Pellegrino, sebab sampai saat ini mereka belum memperoleh kemenangan di 11 laga terakhir.

Baca: Pep Guardiola Tetap Masukkan Leroy Sane di Tim Utama

Ditambah lagi, Marco Silva, Pelatih Watford, baru saja dipecat, setelah timnya kalah dari Leicester City.

"Risiko terbesar di sepak bola adalah bekerja di sepak bola. Jujur, saya tidak takut dipecat, karena risiko itu sudah menjadi bagian hidup saya. Kalah juga menjadi bagian dari pekerjaan ini. Jika takut kalah, jangan bermain," kata pria Argentina ini.

Di sepak bola, lanjutnya, tantangan tidak pernah berhenti.

Jika memenangi sebuah pertandingan, tim harus berlatih lagi untuk memenangi pertandingan selanjutnya.

"Tidak akan pernah berhenti, tapi saya menikmati pekerjaan saya, terutama dalam masa-masa sulit," tandasnya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Selasa (23/12/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help