VIDEO: Sopir Angkot Teriak-teriak di Balai Kota DKI

"Seandainya satu trayek sesuai 213, tidak akan ada penumpukan di jalan," ucap Abdul Rasyid.

WARTA KOTA, JAKARTA - Salah satu sopir angkutan umum trayek Tanah Abang yang berdemo di depan Gedung Balai Kota Jakarta, menuding adanya korupsi dalam jumlah armada angkot di jalanan.

Pasalnya jumlah armada di jalanan dan SK Gubernur DKI Jakarta ada perbedaan. Perbedaan jumlah itu yang menyebabkan angkot membludak di jalanan.

Menurut salah satu supir angkot, Abduk Rasyid, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah.

"Di balik trayek ini (08), ada korupsinya, pembludakan angkot ada di jalan bukan kesalahan supir. Tapi kesalahan Dimas Perhubungan. Kadishub harus bertanggung jawab," ucap Abdul Rasyid salah satu supir angkot yang melakukan aksi, Senin (22/1/2018).

Dirinya berucap jika jumlah armada di jalan sesuai dengan platform SK Gubernur perihal jumlah armada yang ada berjumlah 213 armada. Maka di jalanan tidak akan ada pembludakan angkutan umum.

"Seandainya satu trayek sesuai 213, tidak akan ada penumpukan di jalan," ucap Abdul Rasyid.

Dirinya menambahkan agar jangan mengkambing hitamkan angkutan umum jika armada di jalan membludak.

"Jangan segala macam dikambing hitamkan. Ini sah 213 trayek 08, M10, 03, 09, itu (di jalan) melebihi kapasitas platform SK gubernur.(*)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved