Peringati 6 Tahun Kasus Xenia Maut, Koalisi Pejalan Kaki Tabur Bunga

Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi tabur bunga sebagai rasa belasungkawa atas kejadian 6 tahun lalu.

Peringati 6 Tahun Kasus Xenia Maut, Koalisi Pejalan Kaki Tabur Bunga
Warta Kota/Rangga Baskoro
Aksi tabur bunga Koalisi Pejalan Kaki sebagai rasa belasungkawa atas kejadian 6 tahun lalu, yakni seorang pengemudi Xenia Maut menabrak 9 pejalan kaki hingga tewas di kawasan Jalan MI Ridwan Rais, tepat di depan Kantor Kementerian Perdagangan, pada 22 Januari 2012 lalu. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Masih ingat Afriyani Susanti? Seorang pengemudi Xenia Maut yang menabrak 9 pejalan kaki hingga tewas di kawasan Jalan MI Ridwan Rais, tepat di depan Kantor Kementerian Perdagangan, pada 22 Januari 2012 lalu.

Guna memperingati peristiwa tersebut, Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi tabur bunga sebagai rasa belasungkawa atas kejadian 6 tahun lalu.

Alfred Sitorus, Ketua Koalisi Pejalan Kaki menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap kurang serius membenahi trotoar.

Aksi tabur bunga Koalisi Pejalan Kaki sebagai rasa belasungkawa atas kejadian 6 tahun lalu, yakni seorang pengemudi Xenia Maut menabrak 9 pejalan kaki hingga tewas di kawasan Jalan MI Ridwan Rais, tepat di depan Kantor Kementerian Perdagangan, pada 22 Januari 2012 lalu.
Aksi tabur bunga Koalisi Pejalan Kaki sebagai rasa belasungkawa atas kejadian 6 tahun lalu, yakni seorang pengemudi Xenia Maut menabrak 9 pejalan kaki hingga tewas di kawasan Jalan MI Ridwan Rais, tepat di depan Kantor Kementerian Perdagangan, pada 22 Januari 2012 lalu. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

"Sudah 6 tahun berlalu, perhatian pemerintah terhadap pejalan kaki masih timpang dibandingkan dengan kasus lain seperti penyalahgunaan narkoba, terorisme dan bencana alam lain," ungkap Alfred di lokasi, Senin (22/1).

Kesetaraan, sambung Alfred, tak dirasakan oleh pejalan kaki dengan kebijakan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menurutnya JPO merupakan bentuk diskriminasi bagi pejalan kaki.

"Kam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dengan alasan keselamatan pejalan kaki, akses pejalan kaki di beberapa kota dibangun JPO yang tidak manusiawi. Kami meminta pemerintah memperbanyak zebra cross untuk mengedukasi pengguna jalan. Hanya zebra cross yang menjadikan pejalan kaki setara dengan moda kendaraan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, 6 tahun lalu Afriyani menabrak trotoar yang menyebabkan 9 orang tewas lantaran ia berada dalam kondisi mabuk saat mengemudikan mobil Avanza di dekat Tugu Tani.

Ia terbukti melakukan kelalaian dan melanggar Pasal 311 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta berkeyakinan Afriyani juga melanggar Pasal 127 ayat 1 UU Narkotika yang menyebabkan hukuman penjara selama 15 tahun ditambah 4 tahun. Ia pun harus mendekam di penjara selama 19 taun sejak tahun 2012 lalu. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved