Diduga Banyak Angkot Trayek Liar di Tanah Abang, Dishub Lakukan Inventarisasi

Sopir angkot M08 menyatakan banyak angkot-angkot di Tanah Abang yang menyalahi trayek operasi.

Diduga Banyak Angkot Trayek Liar di Tanah Abang, Dishub Lakukan Inventarisasi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Borlin Simbolon (58) sopir angkot M08 menduga banyak trayek liar beroperasi di kawasan Tanah Abang. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Borlin Simbolon (58) sopir angkot M08 menyatakan banyak angkot-angkot di Tanah Abang yang menyalahi trayek operasi.

Angkot-angkot yang harusnya beroperasi bukan di sekitar Tanah Abang dimanipulasi nomornya trayeknya sehinga seakan-akan trayek resmi M08.

Hal itu dilakukan lantaran banyaknya jumlah penumpang di sekitar Pasar Tanah Abang sehingga pengusaha angkot lain tergiur untuk beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

"Saya sudah beberkan semua ke Kadishub (Andri Yansyah, Kadishub DKI Jakarta), waktu itu rapat tahun 2015, saya tanya ke beliau ada berapa unit angkot M08? Kenapa bapak gak jawab? Hanya bilang 'itu bukan urusan saudara'. Ini trayek sudah terlalu banyak makanya jadi membludak di Tanah Abang. Padahal kan yang ngasih izin beliau, sekarang kok dilarang melewati jalan Jatibaru?" kata Borlin di depan Balai Kota Jakarta, Senin (22/1).

Ia pun meminta agar pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan inventarisasi terkait jumlah angkot-angkot yang beroperasi di Tanah Abang. Hal itu lantaran data jumlah sopir angkot yang dimilikinya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Ini pas demi ymsaya mencatat ada 213 sopir angkot M08. Maunya kami dikurangi juga trayeknya karena kami juga dirugikan," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Andri mengatakan akan membicarakannya esok hari bersama perwakilan sopir angkot dari trayek M03, M08, M09 dan M10.

"Jadi izin yang dikekuarkan katakanlah 200 unit, tapi yang operasio sampai 300 unit, untuk hal itu kami sepakat nih besok jam 9 akan membuat tim kecil, tim kecil itu terdiri dari dinas perhubungan dari operator M03, M08, M09 dan M10. Jadi kita betul-betul membandingkan data sehingga kita betul-betul tahu berapa sih sebetulnya armada yang diizinkan untuk beroperasi di kawasan tersebut?" ungkap Andri.

Andri pun mendengungkan rencananya untuk memasang stiker di setiap angkot agar trayek-trayek yang beroperasi secara liar di sekitar Tanah Abang bisa dicirikan.

"Nih syukur-syukur nanti koperasinya itu bisa mau membuat semacam kode atau stiker yang memang betul-betul sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai dengan izin yang dikeluarkan, sehingga tidak ada lagi armada-armada yang beroperasi di luar dari kawasan yang dioperasikan di Tanah Abang," katanya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help