Buruh Dukung Cak Imin Jadi Wapres

Hari buruh sedunia menjadi hari libur nasional di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang mulai berlaku sejak 2014 dimulai oleh Cak Imin

Buruh Dukung Cak Imin Jadi Wapres
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjukan bukunya saat peluncuran di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017). 

WARTAKOTA, PALMERAH--Hari buruh sedunia menjadi hari libur nasional di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang mulai berlaku sejak 2014 lalu.

Namun, May Day tersebut tidak lahir tanpa perjuangan keras kaum buruh.

Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Kikes KSBSI, Ismuntoro bercerita, asal muasal peringatan May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers yang membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya.

"Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Minggu (21/1/2018).

Di Indonesia sendiri penetapan May Day sebagai hari libur nasional tertuang dalam Keppres Nomor 24 Tahun 2013.

Hal ini merupakan pintu masuk diakuinya eksistensi buruh oleh pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja periode 2009-2014, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.

Sejak saat itu buruh memiliki waktu lebih untuk merayakan hari besarnya bersama keluarga, bukan di tempat kerja.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help