Dua Pria Gay Pembuat dan Penyebar Video Mesum Sesama Jenis Dibekuk Polisi di Depok

Bayarannya, kata Firdaus mulai dari Rp 300.000 sampai dengan Rp 700.000 untuk sekali layanan.

Dua Pria Gay Pembuat dan Penyebar Video Mesum Sesama Jenis Dibekuk Polisi di Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kedua pelaku pembuat dan penyebar video porno sesama jenis yang dibekuk Polresta Depok, Sabtu (20/1) malam. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok bersama Polsek Pancoran Mas membekuk dua pria pelaku pembuatan dan penyebaran video mesum sesama jenis atau gay, Sabtu (20/1/2018) malam sekira pukul 23.00.

Mereka dibekuk di rumah salah satu tersangka di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kedua tersangka yang juga pecinta sesama jenis itu adalah Rudi Saputra (21) warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, Lampung Selatan serta Muchisin alias Aris alias Ucil (31) warga Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kanit Krimsus Satreskrim Polresta Depok AKP Firdaus menuturkan para pelaku diketahui membuat video adegan mesum sesama jenis di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamayan Pancoranmas, Depok dan di upload ke akun twitter @prassongsup, pada Rabu 21 Juni 2017 lalu.

"Tujuan pelaku menyebarkan video intim tersebut di twitter, sebagai sarana memasarkan diri sebagai seorang pemuas nafsu kaum gay," kata Firdaus, Minggu (21/1/2108).

Bayarannya, kata Firdaus mulai dari Rp 300.000 sampai dengan Rp 700.000 untuk sekali layanan.

Menurut Firdaus dari pengakuan pelaku, mereka tidak tergabung dengan komunitas LGBT tertentu.

"Namun untuk mencari pasangan, para pelaku menggunakan aplikasi media sosial HORNET yang merupakan medsos khusus Gay," katanya.

Dibekuknya kedua pelaku kata Firdaus berdasarkan laporan Yos Desambra, pemilik tempat gym yang merasa dirugikan nama baiknya oleh para pelaku.

Atas perbuatannya kata Firdaus, kedua tersangka dijerat Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, yang ancaman hukumannya hingga di atas 5 tahun penjara.

"Kami masih dalami dan kemungkinan mengembangkan jaringan prostitusi gay dari para pelaku," kata Firdaus.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved