Pembangunan Infrastruktur Dinilai Bisa Membuka Pintu Seni dan Budaya Wilayah Terluar Nusantara

Nawacita yang fokus dalam pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal serta wilayah perbatasan bisa membuka potensi.

Pembangunan Infrastruktur Dinilai Bisa Membuka Pintu Seni dan Budaya Wilayah Terluar Nusantara
Warta Kota/Dwi Rizki
Rumah Inspirasi Indonesia (RI2). 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Berada jauh dari pusat pemerintahan, daerah terluar Indonesia kerap kali termarjinalkan, pembangunan yang tidak merata pun memicu ketimpangan antara Ibu Kota dengan wilayah terluar Nusantara.

Gambaran suram tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Rumah Inspirasi Indonesia (RI2), Adam Rumbaru, sebelum Nawacita digaungkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Nawacita yang fokus dalam pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal serta wilayah perbatasan bisa membuka potensi seni dan budaya serta ekonomi masyarakat.

Sehingga, pembangunan infrastruktur yang kini, tengah dikebut pemerintah pusat katanya perlu didukung semua elemen bangsa dan masyarakat.

Dengan adanya pembangunan di wilayah terluar diharapkan dapat mengurangi ketimpangan antar wilayah Indonesia.

"Apa yang dikerjakan pemerintah sejauh ini telah sesuai dengan apa yang direncanakan, sesuai dengan Nawacita Jokowi-JK. Ini merupakan kemajuan yang harus diapresiasi, terlebih kesetaraan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya dalam diskusi bertajuk 'Potret Pembangunan Infrastruktur di Daerah Tertinggal dan Perbatasan' di Anjungan Bengkulu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis (18/1/2018) siang.

Apresiasi yang disampaikannya tersebut merujuk pada beragam pencapaian pemerintah pusat lewat pembangunan beragam infrastruktur, di antaranya pembangunan tujuh bendungan strategis seperti Jatigede, Titab, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara dan Teritip serta pembangunan 265.000 hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 1,05 juta hektar jaringan irigasi.

Sedangkan pencapaian lainnya, lanjutnya, pemerintah pusat berhasil menyelesaikan pembangunan jalan baru sepanjang 2.623 kilometer, termasuk di dalamnya Jalan Trans Papua, Perbatasan Papua, Trans Kalimantan, Perbatasan Kalimantan dan Perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pencapaian ini telah meningkat perekonomian masyarakat serta potensi setiap daerah. Kesejahteraan juga akan merata," katanya.

Sementara itu, Budayawan TMII, Ali Paseh mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pemerintah pusat tidak hanya memberikan akses jalan, tapi juga membuka ruang bagi perkembangan seni dan budaya masyarakat terluar.

Aspek pariwisata dan ekonomi pun terbangun seiring dengan kemudahan akses yang tersedia saat ini.

"Saya kira bukan hanya pembangunan infrastruktur yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah, tetapi aspek seni dan budaya yang semula tersembunyi dapat menjadi potensi pariwisata unggulan. Hal itu tentunya beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat ke depannya," katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved