DBS Foundation Hibahkan Rp 11 Miliar, Dua Wirausaha Sosial Indonesia Dapat Bagian

DBS Foundation Menghibahkan Lebih dari Rp 11 miliar kepada 14 Wirausaha Sosial di Asia, 2 diantaranya Wirausaha Sosial Asal Indonesia

DBS Foundation Hibahkan Rp 11 Miliar, Dua Wirausaha Sosial Indonesia Dapat Bagian
Istimewa
AZALEA Ayuningtyas, Founder dan CEO Du’anyam (ketiga dari kiri), berfoto bersama dengan Presiden RI Joko Widodo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, saat menghadiri undangan Perayaan Sumpah Pemuda di Istana Bogor. Du’Anyam merupakan salah satu penerima hibah Social Enterprise Grant Programme 2017 – DBS Foundation, asal Indonesia. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- DBS Foundation, sebuah foundation yang didedikasikan untuk memperjuangkan tumbuh kembang wirausaha sosial secara resmi mengumumkan untuk menyerahkan hibah sebesar lebih dari Rp 11 miliar kepada 14 wirausaha sosial (Social Enterprise/SE) di kawasan Asia termasuk 2 SE dari Indonesia, sebagai bagian dari Social Enterprise Grant Programme 2017.

DBS Foundation telah memberikan hibah dengan kisaran 50,000 SGD sampai 160,000 SGD kepada wirausaha sosial di negara-negara DBS beroperasi, yaitu Singapura, Hong Kong, China, India, Indonesia, dan Taiwan, untuk mendorong agar para wirausaha sosial dapat menerapkan inovasi sosial di berbagai bidang seperti penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat marjinal, solusi perlindungan terhadap lingkungan dan pengelolaan limbah, serta ketahanan pangan.

Hibah yang diumumkan Selasa (16/1/2018) tersebut memungkinkan wirausaha sosial untuk menjadi role model bagi lingkungan dan negara mereka, memperbaiki dan meningkatkan bisnis sosial mereka saat ini, agar dapat memberikan dampak sosial yang lebih besar.

Tahun ini, DBS Foundation menerima aplikasi dari berbagai SE di seluruh Asia untuk program hibah ini. Adapun kriteria dalam penyeleksian meliputi identifikasi kebutuhan sosial yang ditangani, inovasi bisnis, dan keberlanjutan model bisnis. SE juga harus dapat menunjukkan bagaimana strategi yang dimiliki untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak sosial.

Wirausaha sosial penerima hibah yang berasal dari Indonesia tahun ini adalah Du'anyam dan Pandawa Agri Indonesia (PAI).

Du’anyam memberdayakan perempuan di pedesaan Indonesia yang memiliki keterampilan menenun anyaman sebagai bagian dari tradisi mereka, namun kurang memiliki arahan dan akses terhadap pasar. Du'anyam telah mampu menjembatani kesenjangan ini bagi para peraji wanita, sekaligus memberi mereka akses finansial sepanjang tahun terhadap layanan kesehatan dan nutrisi yang lebih baik.

Dana hibah ini akan digunakan untuk memperluas dan membuat produksi menjadi lebih efisien, meningkatkan penjualan melalui platform grosir online, dan mendapatkan akses ke pasar luar negeri.

SIGIT Pramono, Founder Pandawa Agri Indonesia (PAI) (kedua dari kanan) saat melakukan salah satu aktivitasnya bersama dengan para petani. Pandawa Agri Indonesia (PAI) merupakan salah satu wirausaha sosial asal Indonesia yang menerima hibah dari Social Enterprise Grant Programme 2017 – DBS Foundation.
SIGIT Pramono, Founder Pandawa Agri Indonesia (PAI) (kedua dari kanan) saat melakukan salah satu aktivitasnya bersama dengan para petani. Pandawa Agri Indonesia (PAI) merupakan salah satu wirausaha sosial asal Indonesia yang menerima hibah dari Social Enterprise Grant Programme 2017 – DBS Foundation. (Istimewa)

Sedang Pandawa Agri Indonesia (PAI) menawarkan berbagai produk dan layanan berbasis penelitian untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Berfokus pada pengurangan masukan sintetis sebesar 50%, mereka telah mengembangkan produk ramah lingkungan dan inovatif seperti Solusi Penyelesaian Gulma dan Solusi Hama yang menawarkan penghematan biaya hingga 30% bagi petani.

Dana hibah ini akan digunakan untuk mendirikan fasilitas produksi baru yang dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk memenuhi permintaan pasar

“Sebagai organisasi yang berorientasi pada tujuan, kami percaya bahwa sangat penting bagi kami untuk menciptakan dampak positif di luar perbankan. Kehadiran wirausaha sosial dengan menawarkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang diperuntukkan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di wilayah Asia yang semakin berkembang pesat. SSebanyak 14 wirausaha sosial penerima hibah DBS Foundation 2017 berasal dari berbagai negara di Asia. Mereka memiliki model bisnis yang menjanjikan, serta siap memberikan dampak sosial yang signifikan. " tutur Karen Ngui, Board Member DBS Foundation dan Head of Group Strategic Marketing & Communications DBS Bank, dalam pernyataan tertulisnya.

"Selain memberikan dana hibah, kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka, untuk menjalankan bisnis dengan baik dan memberikan pengayaan, baik melalui bimbingan, berbagi pengetahuan dengan wirausaha sosial yang berpengalaman lainnya, atau dengan menyediakan peluang pengadaan DBS,” imbuhnya.

Penerima hibah DBS Foundation 2016 asal Indonesia, Mycotech telah memulai bisnis dari tahun 2012 sebagai wirausaha sosial yang berfokus pada pengembangan desain interior dengan menciptakan bahan desain ramah lingkungan dari jamur. Selain dapat memberikan solusi pembangunan dengan lebih berkelanjutan, Mycotech juga mampu melestarikan alam sekitar melalui produk-produknya. Produk Mycotech dapat memberikan kemungkinan baru dalam membuat rumah yang semakin berkelanjutan, dan aman bagi kesehatan. Saat ini, Mycotech telah memiliki 1 paten yang terdaftar di Indonesia.

KUKUH Roxa PH, Founder dan CEO Pandawa Agri Indonesia (PAI) (kiri atas) dan Azalea Ayuningtyas, Founder dan CEO Du’anyam (kelima dari kiri_atas), berfoto bersama 12 wirausaha sosial lainnya yang berasal dari seluruh wilayah Asia, mereka adalah wirausaha sosial penerima hibah dari program Social Enterprise Grant Programme 2017, yang merupakan program tahunan DBS Foundation.
KUKUH Roxa PH, Founder dan CEO Pandawa Agri Indonesia (PAI) (kiri atas) dan Azalea Ayuningtyas, Founder dan CEO Du’anyam (kelima dari kiri_atas), berfoto bersama 12 wirausaha sosial lainnya yang berasal dari seluruh wilayah Asia, mereka adalah wirausaha sosial penerima hibah dari program Social Enterprise Grant Programme 2017, yang merupakan program tahunan DBS Foundation. (Istimewa)

Sementara itu, Adi Reza Nugroho, co-Founder dan CEO Mycotech mengatakan, "Kami sangat diuntungkan karena dapat terlibat dan menjadi bagian dengan ekosistem SE yang didukung oleh DBS Foundation. Pada setiap pertemuan yang diselenggarakan oleh DBS Foundation, kami berbagi banyak pelajaran berharga yang dipetik dari perjalanan bisnis sosial kami yang berbeda. Kami tidak pernah gagal untuk melangkah karena adanya dukungan yang diberikan untuk keberlangsungan bisnis kami."

"Kami juga sangat berterima kasih kepada para mentor dari DBS Foundation yang ditugaskan untuk membimbing kami. Mereka membimbing kami dalam mengatasi tantangan melalui berbagi pengalaman mereka yang luas. Menjadi penerima hibah DBS Foundation telah benar-benar memungkinkan kami mencapai visi kami untuk membantu kelestarian alam dengan memberikan solusi pembangunan yang berkelanjutan."

Bank DBS telah senantiasa mendukung wirausaha sosial selama bertahun-tahun, dan Bank DBS semakin memantapkan komitmennya terhadap pertumbuhan wirausaha sosial dengan menggelontorkan sebesar 50 juta SGD untuk mendirikan DBS Foundation pada tahun 2014, yang sekaligus merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura. Sampai saat ini, DBS telah menjangkau lebih dari 28.000 SE dan mendukung lebih dari 260 SE dengan dana hibah hingga 3,5 juta SGD. (*)

Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help