Bappenas Dorong Pembangunan Infrastruktur Tidak Tergantung pada APBN

Oleh karena APBN yang terbatas, masyarakat dituntut harus kreatif agar Indonesia bisa maju lebih cepat.

Bappenas Dorong Pembangunan Infrastruktur Tidak Tergantung pada APBN
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Ilustrasi. Kawasan Kuningan tergenang air hujan antara 30 cm dan 50 cm. Akibatnya, terjadi kemacetan parah. Meluapnya air terjadi sebagai dampak pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot dan belum selesai. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Kepala Bappenas, Bambang brodjinegoro mengatakan bahwa perlunya memperkuat komitmen dalam mendorong infrastruktur tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi harus di dorong oleh pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembangunan infrastruktur sedang digenjot pemerintahan Jokowi di antaranya dengan pembiayaan utang seperti dilakukan dalam sejumlah proyek jalan tol.

Penyempitan ruas tol dampak LRT dan jalan layang tol memicu kemacetan kronis dan hambat arus lalu lintas utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek bikin pengendara terjebak kemacetan.
Penyempitan ruas tol dampak LRT dan jalan layang tol memicu kemacetan kronis dan hambat arus lalu lintas utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek bikin pengendara terjebak kemacetan. (Warta Kota/Gede Moenanto Soekowati)

Ia juga mengatakan untuk memajukan perekonomian, bisa mengoptimalisasikan uang atau modal dari suatu negara yaitu melalui infrastruktur.

"Nah, masalahnya, ada infrastruktur dasar, ada infrastruktur yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ," ujar Bambang saat acara PINA DAY 2018 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2018).

Dari situ, mulai terlihat potensi swasta, potensi BUMN dalam mendukung investasi infrastruktur yang nantinya bermanfaaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bambang mengatakan, oleh karena APBN yang terbatas, masyarakat dituntut harus kreatif agar Indonesia bisa maju lebih cepat.

"Kita harus melakukan creative financing dan alternatif financing yang berlaku baik untuk swasta maupun BUMN," ujarnya.

Bappenas genjot pembangunan infrastruktur tanpa dibiayai APBN.
Bappenas genjot pembangunan infrastruktur tanpa dibiayai APBN. (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Oleh sebab itu, kata dia, Bappenas ingin memfasilitasi creative maupun alternatif financing tersebut dangan bantuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Di sana para pelaku dan regulasinya bisa sinkron dengan kebutuhan untuk alternatif creative financing didalam pembangunan infrastruktur," ujar Bambang.

"Kami ingin sosialsiasikan ide dan mengobarkan semangat bahwa infrastruktur adalah salahsatu lahan investasi yang potensial di Indonesia melihat dari perkembangan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan income per kapita yang terus membaik," katanya.

Di sinilah peran Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) untuk terus berusaha menjadikan arus utama pembiayaan infrastruktur khsusunya infrastruktur yang bisa menarik minat pihak swasta maupun BUMN.

Kemacetan parah di Jalan Tol Jakarta Cikampek akibat pembangunan infrastruktur.
Kemacetan parah di Jalan Tol Jakarta Cikampek akibat pembangunan infrastruktur. (Warta Kota/dod)
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved