Jelang Pilkada Daerah, PDIP Peringatkan Masyarakat Tak Terpancing Isu SARA

isu SARA diprediksi bakal digunakan oleh oknum politisi yang tak berkompeten namun ingin memperoleh jabatan dengan mudah.

Jelang Pilkada Daerah, PDIP Peringatkan Masyarakat Tak Terpancing Isu SARA
Acep Nazmudin
Budiman Sudjatmiko. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, MENTENG -- Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan isu suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA) sengaja ditempuh oknum politisi yang tak mampu memberikan solusi kepada masyarakat.

"Isu SARA selalu diangkat oleh politisi yang menunggangi keadaan yang ada, tapi sebenarnya tidak memberikan solusi juga. Lebih pada menebar kebencian untuk kemudian membuat orang berkumpul di sekitar dia jadi orang orang yang mengarahkan rakyat untuk benci pada seorang yang agama tertentu atau suku tertentu dan menunjukkan aku anti dia, aku anti suku ini, aku bermusuhan dengan agama ini," kata Budiman, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

Menurut Budiman, politisi yang menggunakan isu SARA dalam berpolitik tak mampu menjelaskan mengapa timbulnya suatu persoalan sosial dan hanya ingin menghalalkan segala cara guna terealisasi keinginannya menjadi pemimpin.

"Kita bisa menangani persoalan sosial tanpa harus menunjuk suku hidung orang sebagai orang beragama x beragama y atau bersuku z," tuturnya.

Dia menambahkan, isu SARA diprediksi bakal digunakan oleh oknum politisi yang tak berkompeten namun ingin memperoleh jabatan dengan mudah.

Pasalnya, setelah Pilkada DKI 2017 lalu, tak menutup kemungkinan ada ada oknum politisi yang merasa ada cara yang mudah dan murah menjatuhkan lawan politik tanpa menguras tenaga. Yakni menggunakan isu SARA.

"Harus diakui akibat dari Pilkada DKI orang merasa ada cara mudah, murah, murahan membakar itu semua. Ini menjadi persoalan karena kita tahu berdemokrasi itu bukan cuma merebut kekuasaan tapi menjaga sistem, menjaga indonesia jauh lebih penting," tutupnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help