Novel Baswedan Diteror

Kuasa Hukum Novel Baswedan: Jokowi Harus Malu

Sudah sembilan bulan lebih sejak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diserang, polisi belum juga bisa mengungkap pelakunya.

Kuasa Hukum Novel Baswedan: Jokowi Harus Malu
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/11/2018). 

WARTA KOTA, KALIBATA - Sudah sembilan bulan lebih sejak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diserang, polisi belum juga bisa mengungkap pelakunya.

Pengacara Novel, Muhammad Isnur, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya malu. Sebab, sejak awal Jokowi sudah memberikan pernyataan, bahwa ia berkomitmen agar kasus Novel bisa segera diungkap, dan sudah memerintahkan jajarannya.

Ia juga sudah bolak-balik memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Menurut kami Jokowi harus malu, kok bisa perintah dia diabaikan? Dia bilang ini perbuatan biadab, dia perintahkan Kapolri, jangan sampai bawahan dia tidak taat perintah dia," ujar Isnur di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

Baca: Operasi Kedua Mata Kiri Novel Baswedan Batal, Ini Kendalanya

Muhammad Isnur mengingatkan, sejak awal Novel, penasihat hukum, dan keluarga, sudah ragu bahwa Polri bisa mengungkap kasus tersebut.

Seperti yang sudah pernah dikatakan Novel, menurut Muhammad Isnur, kasus tersebut melibatkan Jenderal Polri.

Patut diingat juga, Novel sudah berkali-kali memperkarakan orang besar, termasuk Jenderal Polri.

Jika hanya polisi yang menangani, Muhammad Isnur menggambarkan penanganan kasus Novel akan seperti 'jeruk makan jeruk.'

Maka yang terbaik untuk Polri dan Jokowi, adalah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), yang melibatkan orang-orang dengan rekam jejak dan kredibilitas yang teruji.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help