Kasus Pelecehan Seksual di Pasar Rebo, Tidak Ada Bukti Sodomi

"Saya mau meluruskan ya, bahwa korbanya tidak 35 dan tidak ada sodomi. Jadi memang laporan dari awal itu tidak sodomi..."

Kasus Pelecehan Seksual di Pasar Rebo, Tidak Ada Bukti Sodomi
Istimewa
ILUSTRASI Pelecehan seksual anak 

WARTA KOTA, PASAR REBO --- Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru olahraga di Pasar Rebo terhadap muridnya akhirnya mulai menuai titik terang.

Polsek Pasar Rebo memastikan bahwa korban pelecehan seksual tidak sesuai apa yang telah beredar di pesan berantai Media Whatapps yang menjelaskan bahwa ada 35 siswa yang menjadi korban.

Padahal hingga saat ini hanya 3 siswa saja yang terbukti menjadi korban, namun Polsek Pasar Rebo memastikan bahwa tindakan pelecehan seksual tidak memcapai tindakan sodomi kepada korban.

Hal tersebut dikatakan oleh Kanit PPA Polsek Pasar Rebo Bripda Fitria Wijayanti. Ia membantah nformasi yang beredar bahwa korban mengalami sodomi.

"Saya mau meluruskan ya, bahwa korbanya tidak 35 dan tidak ada sodomi. Jadi memang laporan dari awal itu tidak sodomi. Hasil pemeriksaan dan visum korban juga menunjukkan tidak ada tanda-tanda sodomi. Pelaku hanya meraba-raba korban saja," kata Fitria, Sabtu (13/1/2018).

Fitria membenarkan bahwa ada 3 korban yang melapor namun mereka bukan korban sodomi melainkan perbuatan cabul oleh gurunya. Saat ini pihaknya telah merujuk korban ke TP2A untuk pendampingan korban.

Sementara itu ia membenarkan bahwa pelaku sakit ginjal dan saat ini dalam penanganan dokter di RS Polri.

"Iya memang dia sakit ginjal, tim dokter RS Polri yang mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan," katanya.

Namun saat ini, AKN, si pelaku, sudah selesai menjalani perawatan dan kembali mendekam di Rutan Mapolsek Pasar Rebo

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved