Sepuluhan Perempuan Disekap di Tangerang, Ada yang Masih di Bawah Umur

Saat didatangi, polisi mendapati 33 orang tengah berada dalam rumah kontrakan yang dijadikan tempat penampungan.

Sepuluhan Perempuan Disekap di Tangerang, Ada yang Masih di Bawah Umur
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polrestro Tangerang membebaskan 33 orang yang disekap pada Jumat (12/1/2018). Dari 33 orang ini sebanyak 10 perempuan dan dua anak di bawah umur disekap di Sepatan, Kabupaten Tangerang. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Polrestro Tangerang membebaskan 33 orang yang disekap pada Jumat (12/1/2018).

Dari 33 orang ini sebanyak 10 perempuan dan dua anak di bawah umur disekap di Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi.

Ia menjelaskan pembebasan ini berhasil dilakukan berkat laporan satu dari keluarga korban.

"Kami menindak lanjuti laporan dari warga bahwa ada anggota keluarganya sejak 8 Januari kemarin dilakukan penyekapan di Kampung Cadas, Sepatan," ujar Deddy kepada Warta Kota, Jumat (12/1/2018).

Saat didatangi, polisi mendapati 33 orang tengah berada dalam rumah kontrakan yang dijadikan tempat penampungan. Ada tiga lokasi yang telah didatangi oleh petugas.

Jajaran Polrestro Tangerang membebaskan 33 orang yang disekap pada Jumat (12/1/2018). Dari 33 orang ini sebanyak 10 perempuan dan dua anak di bawah umur disekap di Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Jajaran Polrestro Tangerang membebaskan 33 orang yang disekap pada Jumat (12/1/2018). Dari 33 orang ini sebanyak 10 perempuan dan dua anak di bawah umur disekap di Sepatan, Kabupaten Tangerang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

"Sebanyak tiga TKP terdapat 33 orang yang mengaku sedang melaksanakan training pekerjaan. Usia mereka 17 - 20 tahun. Mereka kemudian kami amankan untuk diminta keterangan," ucapnya.

Ia menambahkan puluhan orang yang disekap ini merupakan warga Jawa Barat. 10 orang diantaranya merupakan perempuan.

"Mereka dari Ciamis, Cianjur, dan Banjar," kata Deddy.

Menurut Deddy pembebasan itu dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari keluarga korban diduga dimintai uang oleh seseorang setelah dikumpulkan di lokasi tersebut. Mereka juga ada yang disuruh bekerja.

"Ada beberapa hal yang kami sinkronkan. Ada yang diminta uang, ada yang bekerja menyalurkan beberapa produk, ini masih didalami termasuk juga ke luar korban yang melapor bahwa salah satu keluarga disekap dan dimintai uang," ungkapnya.

Dedy menyebut dari pengakuan para korban bahwa rumah kontrakan itu digunakan sebagai tempat diskusi.

Sebab mereka rencananya akan dipekerjakan sebagai sales obat - obatan.

"Kami masih mendalami terkait perizinan yang dimiliki dan melakukan pemeriksaan dokumen yang ada serta para saksi sebanyak 33 orang," papar Deddy. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved