WartaKota/

Pengoplos Ribuan Tabung Gas Elpiji di Tangerang Pakai Jam Tangan Mewah

Ia dibekuk polisi selaku penanggung jawab bisnis gelap pengoplosan ribuan tabung gas elpiji di Tangerang.

Pengoplos Ribuan Tabung Gas Elpiji di Tangerang Pakai Jam Tangan Mewah
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang pengoplosan tabung gas di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, dan menciduk F sebagai tersangka. 

WARTA KOTA, TANGERANG - F diamankan jajaran Bareskrim Mabes Polri. Ia dibekuk polisi selaku penanggung jawab bisnis gelap pengoplosan ribuan tabung gas elpiji di Tangerang.

Aparat menggerebek gudang yang memproduksi tabung gas oplosan di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. F diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Pantauan Warta Kota, tersangka F tampil keren meski mengenakan baju tahanan oranye. Ia mengenakan jam tangan mewah warna hitam dan celana jin.

Baca: Bareskrim Gerebek Gudang Pengoplosan Ribuan Tabung Gas di Tangerang, 60 Pegawainya Kabur

Pria ini pun tak bergeming saat diberondong pertanyaan oleh awak media. F hanya tertunduk malu memakai penutup wajah.

"Dia (F) masih kami selidiki latar belakangnya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Warsito, saat ditanya Warta Kota di lokasi penggerebekan, Jumat (12/1/2018).

Saat digerebek, F tengah berada di dalam gudang tersebut. Ia bersama 60 pegawai lainnya tengah mengoplos tabung gas.

Baca: Pengoplos Gas Elpiji di Tangerang Untunga Rp 600 Juta per Bulan

Kemudian sebanyak 60 pegawai lari kocar-kacir saat didatangi petugas. Mereka kabur dengan menaiki tangga lalu ke luar berhamburan melewati sawah dan rawa-rawa.

"Kami masih dalami, dia ini pemain lama atau bukan," Setyo.

Dari hasil kejahatannya tersebut, tersangka meraup keuntungan Rp 600 juta per bulan. Setyo menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

"Dia sudah tiga bulan melakukan pengoplosan tabung gas ini. Kami masih periksa sejumlah orang yang terlibat, karena sindikat ini sangat struktur dan bermain rapi," papar Setyo. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help