Pengoplos Gas Elpiji di Tangerang Untung Rp 600 Juta per Bulan

Jajaran Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (11/1/2018).

Pengoplos Gas Elpiji di Tangerang Untung Rp 600 Juta per Bulan
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang pengoplosan tabung gas di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (11/1/2018).

Gudang tersebut menjadi tempat memproduksi pengoplosan ribuan tabung gas elpiji. Hal itu diutarakan Kadiv Mabes Polri Irjen Setyo Warsito. Ia beserta jajarannya menggelar langsung kasus ini di lokasi penggerebekan, Jumat (12/1/2018).

"Dalam sebulan sindikat ini meraup keuntungan Rp 600 juta, menjual tabung gas oplosan itu ke masyarakat," ujar Setyo.

Baca: Bareskrim Gerebek Gudang Pengoplosan Ribuan Tabung Gas di Tangerang, 60 Pegawainya Kabur

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya ribuan tabung gas 3 kg, tabung gas 12 kg, dan tabung gas 50 kg. Bisnis gelap ini mendistribusikan tabung gas oplosan itu ke wilayah Jabodetabek.

"Dalam sehari saja mereka memproduksi sekitar 1.000 tabung gas," ungkapnya.

Salah satu tersangka, F selaku penanggung jawab, dibekuk petugas. Sedangkan 60 pegawai lainnya berhasil melarikan diri.

"Atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 62 jo Pasal 8 Ayat 1 huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Serta UU No  22 Tahun 2001 tentang Minyak dn Gas Bumi pasal 53 huruf d. Ancaman hukumannya pidana penjara selama lima tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar," jelas Setyo. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help