WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

La Nyalla Dimintai Rp 40 Miliar oleh Prabowo Subianto, Sandiaga Uno: Politik Memang Berbiaya

Sandiaga yang merupakan kader Partai Gerindra, tidak menyangkal bila partainya meminta dana dari calon kepala daerah.

La Nyalla Dimintai Rp 40 Miliar oleh Prabowo Subianto, Sandiaga Uno: Politik Memang Berbiaya
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
La Nyalla Mahmud Mattalitti 

WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi pernyataan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang mengaku dimintai uang Rp 40 miliar oleh  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk maju di Pilgub Jawa Timur.

Sandiaga yang merupakan kader Partai Gerindra, tidak menyangkal bila partainya meminta  dana dari calon kepala daerah. Namun, ia mengatakan dana itu bukan untuk mahar politik.

“Tidak ada mahar politik itu, Pak Prabowo terbukti profesional. Dan penarikan dana itu juga dilakukan saat mencalonkan Pak Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Waktu saya dan Mas Anies Baswedan juga sama. Kalau politik itu memang berbiaya, kemarin kami menghabiskan lebih dari Rp 100 miliar,” tuturnya, Jumat (12/1/2018) pagi.

Baca: IPW Minta Polisi Usut Pengakuan La Nyalla Dimintai Rp 40 Milliar oleh Prabowo Subianto

“Jadi itu sebenarnya yang diinginkan Gerindra, jangan sampai saat pencalonan kita tidak punya pendanaan,” jelas Sandiaga Uno.

Sandiaga menyatakan pendanaan itu dilaporkan secara transparan ke lembaga-lembaga audit, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Semua kami laporkan secara transparan, dan saya bisa meyakinkan Pak Prabowo tentang hal tersebut. Pak Sudirman Said di Jawa Tengah dan Pak Sudrajat di Jawa Barat juga sama saja, jadi bukan mahar politik,” tegasnya.

Baca: Lima Orang yang Direkomendasikan untuk Pilkada 2018 Tak Digubris, Alumni 212 Protes Tiga Parpol Ini

Kamis (11/1/2018) kemarin, La Nyalla mengungkapkan kekesalannya terhadap Prabowo kepada awak media, dan mengatakan bahwa mantan Komandan Jenderal Kopassus itu meminta dana Rp 40 miliar untuk biaya saksi dalam pilkada.

La Nyalla yang sebelumnya sudah mendapat surat rekomendasi dari Partai Gerindra, menolak, dan La Nyalla menyebut Prabowo marah dan mencabut rekomendasi tersebut. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help