Pilkada Serentak 2018

Jelang Pilkada Serentak akan Ada Banyak Kejahatan Lewat Dunia Maya

Kapolres Jaksel dan Mentei Rudiantara banyak membahas tentang kejahatan siber atau Cyber Crime jelang Pilkada serentak 2018

Jelang Pilkada Serentak akan Ada Banyak Kejahatan Lewat Dunia Maya
Warta Kota/Dwi Rizki
Kapolres Metro jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto ketika berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kamis (11/1/2018) petang 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pilkada Serentak 2018 sudah dimulai, masing-masing calon kepala daerah pun telah melancarkan strateginya untuk mencitrakan diri merebut hati masyarakat.

Polri yang turut ambil bagian dalam mengawasi gelaran Pilkada mengingatkan agar tetap menjaga persatuan dan demokrasi yang sehat, sebab seluruh pihak yang menyebarkan isu politik bisa dipidana.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Metro jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto ketika berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kamis (11/1/2018) petang.

Dalam Kunjungan kerja yang disambut secara langsung oleh Menteri Rudiantara itu, keduanya banyak membahas tentang kejahatan siber atau Cyber Crime, di antaranya adalah isu sara, politik, pilkada hingga pornografi yang marak ditemukan dalam dunia maya.

Kapolres Metro jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto ketika berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kamis (11/1/2018) petang
Kapolres Metro jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto ketika berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kamis (11/1/2018) petang (Warta Kota/Dwi Rizki)

Hal pertama yang disoroti katanya adalah isu sara yang mirisnya sering dilontarkan oleh sejumlah oknum tokoh agama.

Berdasarkan data milik Kementerian Kominfo RI, provokasi antar agama tertentu menempati urutan teratas dalam lini masa media sosial Indonesia sepanjang tahun 2017, yakni sebanyak 65 persen.

"Penyebabnya rakyat indonesia sangat mudah percaya dengan Media Sosial termasuk media hoax. Dalam ranah Politik, seringnya curi start kampanye dan saling serang dengan menjelek-jelekkan lawan politik lewat media sosial. Bahkan,Kominfo menemukan adanya oknum politik yang mengunakan akun resmi KPU menjadi alat kampanye mereka," ungkapnya.

Selain isu SARA dan Politik, kasus penyebaran konten pornografi hingga human trafficking menjadi sorotan dalam pembahasan, sebab hal tersebut merusak generasi bangsa.

Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan, mulai dari penutupoan akses situs terlarang oleh Kominfo hingga edukasi tentang intrnet sehat oleh Kepolisian.

"Kejahatan cyber crime tak bisa di selesaikan oleh satu instansi saja, kita butuh kekuatan lain seperti Kepolisian sebagai penegak Hukum serta menjadi eksekutor kejahatan di lapangan," ucap Rudiantara.

"Selain melakukan penegakan hukum, kami juga akan melakukan pencegahan lewat edukasi, tujuannya agar anak-anak kita tidak terjebak dalam kejahatan cyber crime dan memang ini juga merupakan wacana kami di Kepolisian khususnya Polres Jakarta Selatan," balas Kombes Mardiaz disambut pujian Rudiantara.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved