Dua Kecamatan di Bekasi Rawan Krisis Pangan

Dua wilayah yang terancam kekurangan pangan adalah wilayah Kecamatan Bekasi Utara dan Bekasi Barat.

Dua Kecamatan di Bekasi Rawan Krisis Pangan
Tribunnews.com
Operasi pasar beras. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dua dari 12 kecamatan di Kota Bekasi rawan krisis pangan. Sebab harga beras kualitas menengah di pasaran menembus Rp 13.000 per liter.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen mengatakan, dua wilayah yang terancam kekurangan pangan adalah wilayah Kecamatan Bekasi Utara dan Bekasi Barat.

Namun, dia mengaku kabar itu belum terbukti karena tidak ada aduan dari masyarakat dan aparatur wilayah seperti kelurahan dan kecamatan setempat.

"Ini baru pemetaan, kalau harga pangan jenis beras di pasaran tidak kunjung turun maka hal tersebut bisa terjadi," kata Alexander di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (12/1).

Menurut Alex, pemerintah telah menyiapkan cadangan beras 11,5 ton untuk mengantisipasi hal tersebut.

Rencananya beras itu akan dibagikan kepada warga kurang mampu. Tak hanya beras, pemerintah pun juga akan memberikan beberapa jenis sembako lainnya seperti gula dan minyak.

"Pemberian bantuan ini sifatnya kondisional. Adapun sasaran utamannya adalah warga kurang mampu yang kurang mampu," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Makbullah menambahkan, pihaknya telah menggelar operasi pasar murah yang dipusatkan di Pasar Baru Kota Bekasi, Jalan Ir. H. Djuanda, Bekasi Timur.

Tujuannya, supaya masyarakat bisa membeli sembako khususnya beras berkualitas menengah dengan harga terjangkau.

"Kalau di pasaran harga beras Rp 13.000, kami menjualnya dengan harga Rp 9.350," kata Makbullah.

Menurut dia, operasi pasar murah ini sudah berjalan sejak Kamis (11/1). Adapun operasi pasar ini terselenggara atas kerjasama dengan Bulog cabang Karawang.

"Operasi pasar murah ini akan kita terus selenggarakan secara bertahap sampai kondisi harga stabil," ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help