Ditanya Stok Beras, Menteri Pertanian Malah Jawab Hujan

"Oktober 2017 kan hujan, umur padi itu tiga bulan, berarti panen itu Januari dan di Februari

Ditanya Stok Beras, Menteri Pertanian Malah Jawab Hujan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang menyusun karung berisi beras di pasar tradisional Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/1). 

WARTA KOTA, JAKARTA-  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman enggan menjelaskan saat ditanya mengenai berapa jumlah stok beras nasional terkini.

Pertanyaan itu disampaikan pewarta ketika menemui Amran di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (12/1/2018), terkait dengan kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mengimpor beras untuk menstabilkan harga dan stok di pasar.

"Oktober 2017 kan hujan, umur padi itu tiga bulan, berarti panen itu Januari dan di Februari masuk panen puncak," kata Amran.

Ketika ditanya kembali mengenai stok beras nasional, Amran menjelaskan bahwa dari sisi petani dan jumlah produksi padi selama ini tidak ada masalah berarti. Dia kembali menegaskan bahwa Februari akan memasuki masa panen puncak, dan harapannya produksi padi bisa meningkat.

Mengenai kebijakan Mendag Enggar yang membuka keran impor berashingga 500.000 ton, disebut Amran tidak mengganggu petani dalam negeri. Hal itu dikarenakan jenis beras yang diimpor adalah beras khusus yang berbeda dengan beras produksi petani di Indonesia.

Menurut Amran, Indonesia telah dua tahun berturut-turut mencukupi kebutuhan beras dalam negeri. Dalam dua tahun tersebut, yaitu 2016 dan 2017, Indonesia juga tidak mengimpor beras serta mencapai swasembada pangan untuk komoditas lain, salah satunya jagung.

KOMPAS.COM/Andri Donnal Putera

Berita ini sudah tayang di KOmpas.com dengan judul Ditanya soal Stok Beras Nasional, Mentan Jelaskan Siklus Hujan

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help